MAKLUMAT — Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi melakukan kunjungan ke Teheran, Iran, untuk menyampaikan surat khusus dari Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Dilansir dari media Iran, Tasnim, dalam pertemuan di Teheran pada Sabtu (6/6/2026) waktu setempat, Naqvi bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Mo’meni. Keduanya membahas berbagai agenda, mulai dari kerja sama bilateral, keamanan perbatasan, hubungan ekonomi, hingga perkembangan situasi kawasan regional.
Usai pertemuan, Mo’meni menjelaskan bahwa pembicaraan antara kedua pihak mencakup sejumlah isu penting yang menjadi perhatian bersama.
Ia menyebutkan bahwa aspek keamanan perbatasan, pemberantasan perdagangan narkoba, serta penanggulangan terorisme menjadi bagian dari fokus pembahasan.
Selain itu, kedua negara juga membahas peningkatan kerja sama ekonomi. “Keputusan yang baik telah diambil di bidang ekonomi, dan disepakati bahwa volume perdagangan antara kedua negara akan meningkat dari $3 miliar per tahun menjadi $10 miliar per tahun,” kata Mo’meni, dikutip dari Tasnim pada Ahad (7/6/2026).
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menegaskan pentingnya hubungan erat antara Iran dan Pakistan sebagai negara yang bertetangga dan berbatasan langsung.
Ia juga menyinggung kesiapan Pakistan untuk membantu Iran di tengah ketegangan yang terjadi. “Iran dan Pakistan memiliki hubungan persaudaraan, dan ketika satu saudara menghadapi masalah, saudara yang lain pun merasakannya,” tandasnya.
Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Naqvi juga menyampaikan harapan agar situasi krisis yang sedang berlangsung di kawasan dapat segera diselesaikan melalui berbagai upaya diplomatik yang dimediasi oleh pemerintah Pakistan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Teheran membawa misi diplomatik khusus dari pimpinan Pakistan.
“Saya di sini untuk menyampaikan surat khusus dari Marsekal Jenderal Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengenai situasi terkini kepada Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei,” sebutnya.
Kendati demikian, ia tidak mengungkapkan secara gamblang apa isi surat khusus yang ditujukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.
Konflik Iran – AS – Israel
Sebagai informasi, Pakistan sendiri merupakan negara mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata dan penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Perang di kawasan Asia Barat tersebut meletus ketika militer AS dan Zionis Israel melancarkan serangan terkoordinasi pada 28 Februari 2026 lalu ke Teheran dan beberapa kota lain di Iran, hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran kala itu, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah tokoh penting Iran.
Iran membalas dengan melancarkan gelombang drone dan rudal balistik ke berbagai pangkalan dan fasilitas militer serta aset-aset Amerika Serikat di kawasan, termasuk di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Irak, hingga Arab Saudi. Teheran juga melancarkan serangan ke berbagai failitas militer dan aset strategis Zionis Israel.
Aksi saling serang berlangsung selama 40 hari hingga gencatan senjata sementara yang tercapai antara Iran dan Amerika Serikat, dengan Pakistan sebagai mediator. Kendati begitu, gencatan senjata sangat rapuh, terbukti dengan masih adanya aksi saling serang sampai sekarang meski dalam skala lebih kecil.
Sampai saat ini, pasukan bersenjata Iran masih melakukan pembatasan bagi lalu lintas pelayaran di sekitar Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak dan gas dunia.













