Muhammadiyah Songsong Tanwir Palu, Bahas Evaluasi Organisasi hingga Matangkan Muktamar 2027

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

MAKLUMAT — PP Muhammadiyah bersiap menggelar Tanwir di Palu, Sulawesi Tengah, yang akan dilaksanakan pada 19-21 November 2026 mendatang, berangkai dengan peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah.

Forum Tanwir sendiri merupakan permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar, yang akan membahas evaluasi kinerja organisasi, isu-isu kebangsaan, hingga persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan.

Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan Tanwir menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi sekaligus merumuskan kebijakan strategis.

“Tanwir adalah forum tertinggi setelah Muktamar. Di sini kita melakukan evaluasi kinerja organisasi, konsolidasi, hingga merumuskan kebijakan strategis yang diperlukan,” ujarnya, dalam program Lensamu Podcast, dikutip Ahad (20/9/2026).

Evaluasi Organisasi dan Sikapi Persoalan Bangsa

Melalui Tanwir Palu, PP Muhammadiyah bersama Pimpinan Wilayah (PW) dan unsur pimpinan lainnya akan meninjau pelaksanaan program yang telah berjalan. Forum tersebut juga akan menjadi ruang untuk merumuskan sikap resmi persyarikatan terhadap sejumlah persoalan kebangsaan.

Agung menyebut beberapa isu dan persoalan yang menjadi perhatian, di antaranya terkait pengelolaan tambang hingga implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain evaluasi organisasi, Tanwir 2026 juga memiliki agenda terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan. Forum tersebut akan menetapkan sejumlah perangkat teknis Muktamar, mulai dari pembentukan Panitia Pemilihan, tata cara pemilihan, hingga verifikasi pemilik hak pilih.

Baca Juga  PTMA Wajib Hidupkan IMM, Prof Ma'mun Murod: Demi Kesinambungan Kaderisasi Muhammadiyah

Menyusun Program Jangka Panjang

Tanwir Palu juga akan membahas arah strategis Muhammadiyah untuk dua dekade mendatang. Salah satunya adalah penyusunan program jangka panjang baru untuk periode 2027-2047.

Program jangka panjang Muhammadiyah sebelumnya berlaku untuk periode 2005-2025 dan telah diperpanjang hingga 2027. Setelah itu, Muhammadiyah akan mulai merancang program jangka panjang berikutnya.

Agenda lain yang masuk dalam pembahasan adalah wacana perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sejumlah isu, termasuk dinamika keanggotaan warga negara asing (WNA) dan status non-Muslim dalam persyarikatan, dapat dibahas dalam proses tersebut. Keputusan final terkait perubahan AD/ART nantinya menjadi kewenangan Muktamar 2027.

Bersama Satukan Bangsa

Tanwir 2026 mengangkat tema “Bersama Satukan Bangsa”. Agung menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai persoalan, termasuk ketimpangan sosial-ekonomi, korupsi, dan krisis keteladanan.

Semangat tersebut dikaitkan dengan konsep Dar al-‘Ahdi wa al-Syahadah yang memandang Indonesia sebagai negara kesepakatan yang perlu diisi melalui karya nyata.

Pemilihan Palu sebagai lokasi Tanwir juga memiliki dimensi sosial. Muhammadiyah ingin memberikan perhatian terhadap pembangunan di luar Jawa sekaligus mendorong semangat kebangkitan masyarakat Palu yang masih melanjutkan proses pemulihan setelah gempa bumi, likuefaksi, dan tsunami pada 2018.

Baca Juga  Muhammadiyah: Apakah Sejahtera Sama Dengan Kaya?

Perhelatan Tanwir akan berlangsung bertepatan dengan Milad ke-114 Muhammadiyah. Sejumlah kegiatan pendukung turut disiapkan, antara lain bazar, tabligh akbar, hingga pertunjukan seni.

Muhammadiyah juga mengagendakan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka secara resmi forum Tanwir tersebut.***