Tiga Karakter Penting SDM Hadapi Perubahan Dunia Kerja Menurut Menaker Yassierli

Menaker Yassierli. (Foto: Kemnaker)

MAKLUMAT — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut tiga karakter penting yang perlu dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja. Ketiganya meliputi inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Menurut Yassierli, dunia kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transisi hijau, dan perubahan demografi. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan serta cara seseorang memahami dan menyelesaikan persoalan.

Inovasi

Karakter pertama yang perlu dikembangkan adalah inovasi. Yassierli menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui penemuan besar. Keberanian mengambil inisiatif, mengenali persoalan, dan mengajukan gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari inovasi.

“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” kata Yassierli, saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

System Thinking

Karakter kedua adalah kemampuan berpikir sistem atau system thinking. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang mampu memahami persoalan secara menyeluruh dan melihat keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya.

Baca Juga  Pemerintah Buka Pendaftaran Program Magang Nasional Batch 4 Mulai Juli 2026

Dalam konteks ketenagakerjaan, misalnya, perubahan industri dan investasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan keterampilan tenaga kerja. Begitu pula perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan.

“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” pesan Yassierli.

Growth Mindset

Selanjutnya, karakter ketiga yang perlu dimiliki SDM Indonesia adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Yassierli menjelaskan, karakter tersebut tercermin dari kemauan seseorang untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan terbuka terhadap pengetahuan baru.

Menurutnya, seseorang tidak seharusnya membatasi potensi diri hanya berdasarkan bidang keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.

“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” tandasnya.

Yassierli menekankan pentingnya membangun SDM yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan dunia kerja, tetapi juga memiliki inisiatif, memahami kompleksitas persoalan, dan terus mengembangkan kapasitas diri di tengah perkembangan teknologi dan dinamika industri.***