MAKLUMAT — Cristiano Ronaldo akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional (Timnas) Portugal. Pada Kamis (5/11/2026), melalui unggahan di media sosial pribadinya, megabintang berjuluk CR7 itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah 23 tahun mengenakan seragam kebanggaan Selecção das Quinas.
Keputusan tersebut sekaligus menutup salah satu perjalanan paling fenomenal dalam sejarah sepak bola internasional. Ronaldo meninggalkan Portugal bukan sekadar sebagai mantan kapten, melainkan sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra.
“Waktunya telah tiba bagi saya untuk menyerahkan kembali nomor 7 tim nasional kita,” demikian pernyataan Ronaldo dalam video perpisahannya. Ia mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena ada banyak hal yang melibatkan perasaan, bukan sekadar pertimbangan rasional.
Sosok yang lahir di Madeira, Portugal, pada : 5 Februari 1985 itu mengakhiri kariernya di Timnas Portugal dalam usia 41 tahun.
Kiprah Panjang dan Konsistensi
Cristiano Ronaldo mengawali debut internasionalnya pada Agustus 2003, ketika usianya baru 18 tahun. Selama lebih dari dua dekade, ia mencatatkan 234 penampilan dan mencetak 146 gol untuk Portugal. Dua angka tersebut menjadikannya pemegang rekor dunia untuk penampilan maupun gol di level tim nasional putra.
Namanya mulai dikenal luas ketika tampil dalam Euro 2004. Saat itu, Portugal menjadi tuan rumah dan berhasil melaju hingga final, meskipun harus mengakui keunggulan Yunani. Ronaldo yang masih berusia 19 tahun mulai memperlihatkan potensinya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Eropa.
Dua tahun kemudian, ia menjadi bagian dari skuad Portugal yang mencapai semifinal Piala Dunia 2006. Sejak itu, perjalanan Ronaldo bersama tim nasional terus berkembang, melewati berbagai generasi pemain dan pergantian pelatih.
Puncak pencapaiannya bersama Portugal datang pada Euro 2016. Ronaldo memimpin negaranya meraih gelar juara Eropa pertama sepanjang sejarah. Meski harus meninggalkan lapangan akibat cedera pada babak pertama final melawan Prancis, ia tetap berperan besar sebagai kapten dan pemimpin tim.
Portugal kemudian menambah koleksi gelar dengan menjuarai UEFA Nations League 2019 dan 2025. Dengan demikian, Ronaldo turut mengantarkan negaranya meraih tiga gelar utama internasional.
Secara individual, pencapaiannya juga sulit ditandingi. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, mulai dari edisi Jerman 2006 hingga edisi tahun 2026. Pada turnamen terakhirnya yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut, Ronaldo mencetak tiga gol dan menggenapkan koleksi gol Piala Dunianya menjadi 11.
Ia juga mengoleksi lima penghargaan Ballon d’Or, empat gelar Liga Champions bersama Real Madrid, serta berbagai trofi domestik bersama Manchester United, Real Madrid, Juventus, serta musim lalu bersama Al Nassr di Arab Saudi.
Di level klub, Ronaldo dikenal sebagai mesin gol dengan kemampuan yang terus berevolusi. Dari pemain sayap lincah di Manchester United, berkembang menjadi penyerang produktif di Real Madrid, hingga menjadi salah satu pencetak gol paling konsisten dalam sejarah sepak bola modern.
Meski pensiun dari Timnas Portugal, Ronaldo belum mengakhiri karier profesionalnya. Ia masih akan melanjutkan kiprahnya bersama Al Nassr di Arab Saudi.
Berakhirnya Era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Pensiunnya Ronaldo dari tim nasional terasa semakin monumental karena terjadi tidak lama setelah Lionel Messi mengakhiri perjalanan internasionalnya bersama Argentina.
Messi lebih dahulu mengumumkan pensiun pada 31 Agustus 2026, setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Ia kemudian menjalani pertandingan perpisahan pada 6 Oktober 2026 di Buenos Aires.
Messi menutup karier internasional dengan 208 penampilan dan 126 gol. Ia mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022, dua Copa América pada 2021 dan 2024, serta medali emas Olimpiade 2008 untuk Argentina.
Jika Ronaldo identik dengan kekuatan fisik, kecepatan, determinasi, dan kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, Messi dikenal melalui kreativitas, visi permainan, dribel, serta kemampuan mengendalikan ritme pertandingan.
Keduanya memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama mendefinisikan sepak bola dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Rivalitas Messi dan Ronaldo selama sekitar dua dekade terakhir bukan sekadar perdebatan tentang siapa yang lebih hebat. Persaingan keduanta telah membentuk standar baru dalam sepak bola modern, mulai dari produktivitas gol, konsistensi, pencapaian individu, hingga dominasi di kompetisi klub dan internasional.
Selama bertahun-tahun, keduanya bergantian mendominasi panggung penghargaan individu dan menjadi pusat perhatian, terutama di masa keduanya bermain di LaLiga Spanyol dalam balutan rivalitas Barcelona-Real Madrid. Mereka juga memperlihatkan dua pendekatan berbeda untuk mencapai kehebatan.
Kini, ketika Messi dan Ronaldo sama-sama meninggalkan panggung internasional, sepak bola memasuki babak baru. Generasi berikutnya seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembele, Lamine Yamal, Jude Bellingham, serta sejumlah talenta muda lainnya, mulai mengambil ruang yang telah begitu lama ditempati dua megabintang tersebut.
Kendati demikian, warisan Messi dan Ronaldo tidak akan berhenti bersama keputusan pensiun mereka dari Timnas masing-masing. Rekor, trofi, dan pengaruh keduanya akan terus menjadi bahan perbandingan serta inspirasi bagi generasi pemain berikutnya.
Sepak bola mungkin akan terus melahirkan bintang-bintang baru, tetapi kisah persaingan dan konsistensi jangka panjang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai atlet mungkin akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah olahraga paling populer di dunia.***











