Pasokan Elpiji Ditambah 29 Ribu Tabung, Gus Fawait Minta Warga Laporkan Pangkalan Nakal

Pasokan elpiji

MAKLUMAT – PT Pertamina menambah pasokan elpiji sebanyak 29 ribu tabung untuk wilayah Kabupaten Jember guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan pasca Ramadan dan Idulfitri. Tambahan itu diklaim cukup untuk menjaga ketersediaan di tingkat masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus Pertamina Ahad Rahedi mengatakan, distribusi elpiji terus dipantau hingga pangkalan resmi. ”Sejak April 2026, tambahan lebih dari 29 ribu tabung sudah disalurkan ke Jember,” kata Ahad pada Sabtu (18/4/2026).

Dia mengharapkan tambahan pasokan tersebut mampu menutup peningkatan konsumsi masyarakat. Pertamina juga mengingatkan agar distribusi elpiji subsidi tepat sasaran. Tidak ada penyalahgunaan. Yakni, untuk rumah tangga, bukan pelaku usaha non-mikro.

Pihaknya memperketat pengawasan distribusi hingga tingkat pangkalan. Pertamina menyiapkan sanksi bertahap bagi pelanggaran. Mulai dari peringatan, penghentian pasokan sementara, hingga pemutusan hubungan usaha. Adapun operasi pasar masih menunggu permintaan pemerintah daerah karena pasokan masih mencukupi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember menyoroti persoalan harga elpiji yang kerap melampaui harga eceran tertinggi (HET). Bupati Jember Muhammad Fawait menilai persoalan distribusi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga kepatuhan terhadap harga yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Gus Fawait Sabar Menata Pasar

”Masih ada laporan pangkalan yang menjual di atas HET. Ini tidak boleh terjadi,” kata Gus Fawait.

Ia meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan praktik penjualan di atas harga ketentuan. Pemerintah menetapkan harga maksimal elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan sebesar Rp 18.000.

Fawait menegaskan akan menindak tegas pelanggaran terhadap HET . Pemerintah daerah akan turun langsung bersama Pertamina melakukan pengecekan apabila menerima laporan dari warga.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan seperti Wadul Gus’e untuk mengawasi distribusi elpiji subsidi. ”Kalau ada pelanggaran, kami akan cek langsung bersama Pertamina,” ujarnya.

Menurut Fawait, untuk memastikan elpiji subsidi tepat sasaran dan harga tetap terkendali di tingkat bawah, memerlukan keterlibatan aktif dari masyarakat. (SPT)