Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, FPRB Banyuwangi Simulasi Evakuasi  Gempa Bumi Libatkan Siswa TK dan SMP

Siswa SMP PGRI 3 Pesanggaran melakukan simulasi evakuasi temannya yang terluka. (Foto: Dok. FPRB Kabupaten Banyuwangi)

MAKLUMAT — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyuwangi memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026 dengan melakukan simulasi bencana gempa bumi, yang diselenggarakan di SMP PGRI Pesanggaran, pada Sabtu siang (25/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan 80 pelajar dari pelosok desa, yang terdiri dari 30 siswa RA Perwanida III Desa Kandangan dan 50 siswa SMP PGRI 3 Pesanggaran.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan briefing kepada guru dan siswa oleh tim fasilitator terkait tujuan simulasi. Tim dari FPRB juga menyampaikan materi singkat mengenai gempa bumi, tindakan saat terjadi gempa bumi, dan jalur evakuasi atau titik kumpul. Kemudian dilakukan penentuan peran, seperti komando oleh kepala sekolah, tim evakuasi oleh guru, tim P3K, dan tim pengamanan siswa TK.

Penanggung jawab simulasi Joko Sumaryono mengatakan, simulasi berlangsung lancar dan dilakukan dengan antusias oleh siswa dan guru.

Menurutnya, tujuan kegiatan itu adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan ketrampilan siswa, guru, dan warga sekolah dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui pemahaman prosedur keselamatan dan evakuasi yang tepat.

Kemudian melatih kesiapsiagaan dan respon cepat seluruh unsur sekolah agar mampu bertindak secara terkoordinasi, efektif, dan tidak panik.

Baca Juga  Gempa Susulan di Sumenep Lebih dari 60 Kali Hingga Siang Ini

“Simulasi ini bertujuan mendorong terbentuknya budaya sadar bencana serta memperkuat kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan FPRB dalam upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan,” kata Joko.

Sementara itu, Kurniawan dari tim fasilitator simulasi, menjelaskan bahwa sasaran simulasi adalah tenaga pendidik serta kependidikan TK dan SMP, ditambah siswa TK dan SMP.

“Kenapa lokasi simulasi dipilih di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran? Karena Desa Kandangan termasuk rawan bencana alam, khususnya gempa bumi dan turunnya,” terangnya.

Kecamatan Pesanggaran, lanjut Kurniawan, dekat dengan zona subdiksi aktif di Samudera Hindia, sehingga berpotensi mengalami guncangan gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi secara pasti.

“Kondisi ini menuntut adanya upaya sistematis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini, termasuk pada kelompok rentan, seperti anak-anak usia sekolah,” pungkasnya.