MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Banyuwangi mengajak para kader perempuan muda untuk bergotong royong menjaga lingkungan melalui aksi bersih-bersih Pantai Cemara, Kelurahan Pakis, Sabtu (30/5/2026).
Bertajuk “Bonding with Earth, Grounding with Heart; Young Women Guardians of Civilization“, aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah yang jatuh dan diperingati setiap 16 Mei. Tahun ini, organisasi perempuan muda Muhammadiyah itu mengangkat tema nasional “Srikandi Menjaga Peradaban.”
Ketua PDNA Kabupaten Banyuwangi, Roudhotul Janah, menjelaskan bahwa peringatan milad kali ini tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang melibatkan berbagai komunitas.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Nana—panggilan akrabnya—mengungkapkan, pihaknya telah menggandeng sejumlah pihak untuk berkolaborasi dan menyelenggarakan berbagai kegiatan peduli lingkungan.
“Dalam peringatan milad kali ini kami menggandeng banyak pihak untuk berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan beach clean up, inclusive eco dialogue, dan eco sign language mini class,” katanya kepada Maklumat.id, Ahad (31/5/2026).
Beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain gerakan Merdeka Sampah Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Banyuwangi, Komunitas Tuli Banyuwangi, serta Rumah Qur’an Sahabat Tuli (RQST) Irsyadut Tholibien.
Sebelum melakukan aksi bersih-bersih pantai, para peserta mengikuti refleksi singkat mengenai hubungan antara laut, sampah, perempuan, serta peradaban. Setelahnya, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri atas kader Nasyiatul Aisyiyah dan berbagai komunitas mitra.
Mereka menyusuri seluruh kawasan Pantai Cemara sambil memungut sampah-sampah anorganik yang ditemukan di sepanjang wilayah pesisir itu.
“Selanjutnya dibagi kelompok yang merupakan kolaborasi Nasyiatul Aisyiyah dan komunitas, untuk bersama-sama berjalan menyusuri pantai sembari memungut sampah anorganik,” terang Nana.
Tak berhenti dengan mengumpulkan sampah-sampah tersebut, para peserta juga melakukan pemilahan sampah dan mengidentifikasi jenis-jenis sampah yang terkumpul.
“Kemudian, peserta aksi bersih-bersih pantai juga menggolongkan sampah apa yang ditemui di pinggir Pantai Cemara Pakis,” lanjut Nana.
Ruang Belajar Inklusif
Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang belajar yang inklusif melalui kelas singkat bahasa isyarat. Dalam sesi ini, Ketua Komunitas Tuli Banyuwangi Putri Pangestu, Ketua Gerkatin Banyuwangi Ricky Malebhy Reksatama, serta Ketua RQST Irsyadut Tholibien Alfia Nurin Ni’mah terlibat aktif sebagai pendamping.
Sejumlah kader Nasyiatul Aisyiyah juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bahasa isyarat yang telah ia pelajari tersebut di hadapan peserta-peserta lainnya.
Nana menjelaskan, konsep kegiatan sengaja dirancang untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan semangat inklusivitas sosial.
Melalui kolaborasi lintas komunitas tersebut, ia berharap kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat tumbuh tanpa adanya sekat atau batasan.
“Terima kasih kepada semua pihak dan peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung kesuksesan acara kami,” ucap Nana.













