MAKLUMAT — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) IV dan Seminar Nasional, Ahad (23/8/2026).
Forum ini mempertemukan pimpinan dan pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk mengevaluasi program sekaligus membahas arah pendidikan Muhammadiyah di Aceh.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, mengatakan Rakorwil perlu dimanfaatkan untuk menyatukan langkah antarunsur pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, koordinasi dibutuhkan agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan di setiap satuan pendidikan.
“Rakorwil ini harus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah. Kita ingin seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Aceh terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi pembelajaran, sumber daya manusia maupun tata kelola pendidikan,” ujarnya.
Iskandar menilai tantangan pendidikan saat ini membutuhkan kerja sama antara pimpinan Persyarikatan, majelis, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang memperhatikan perkembangan karakter peserta didik, selain pencapaian akademik.
“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, kepedulian sosial dan semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Rakorwil IV juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan menyusun agenda pendidikan Muhammadiyah berikutnya. Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan mutu sekolah dan madrasah, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, serta tata kelola lembaga pendidikan.
Iskandar berharap pembahasan dalam Rakorwil tidak berhenti pada evaluasi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan oleh satuan pendidikan Muhammadiyah di Aceh. Ia juga berharap hasil forum tersebut dapat memperkuat koordinasi antarpenyelenggara pendidikan Muhammadiyah.
“Kita ingin hasil Rakorwil ini dapat menjadi rekomendasi dan program yang konkret serta bisa diterapkan di seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah di Aceh,” pungkasnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













