MAKLUMAT – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan rangkaian pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 dimulai dengan registrasi peserta di Surabaya pada 19 Juni, dilanjutkan pembukaan di Bangkalan Madura pada 20 Juni, serta sidang pleno yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 21-22 Juni 2026.
Skema pelaksanaan yang berlangsung di tiga lokasi tersebut telah disiapkan sebagai satu rangkaian kegiatan yang saling terhubung. Saat ini, seluruh persiapan teknis terus dimatangkan agar pelaksanaan Munas-Konbes berjalan lancar dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan rangkaian kegiatan akan dimulai dengan registrasi peserta pada 19 Juni 2026 di Surabaya. Sehari berikutnya, pembukaan resmi digelar di Bangkalan, Madura, sebelum seluruh peserta bergerak ke Kediri untuk mengikuti sidang pleno.
“19 Juni registrasi peserta di Surabaya, 20 Juni pembukaan di Bangkalan, dan 21-22 Juni pleno di Ploso Kediri. Saat ini seluruh persiapan teknis terus dimatangkan,” ujar Gus Ipul dikutip, Sabtu (13/6/2026).
Ploso Jadi Jantung Pembahasan Strategis
Meski seremoni pembukaan berlangsung di Bangkalan, Pondok Pesantren Al Falah Ploso tetap menjadi pusat kegiatan utama. Lebih dari 500 peserta dan peninjau dari PWNU dan PCNU seluruh Indonesia dijadwalkan mengikuti pembahasan berbagai agenda strategis organisasi di lokasi tersebut.
PBNU memilih Ploso karena dinilai memiliki kesiapan sarana, dukungan pesantren yang kuat, serta tradisi keilmuan yang telah lama menjadi rujukan warga Nahdliyin.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pesantren Al Falah Ploso yang dipimpin KH Nurul Huda Jazuli atas kesediaannya menjadi tuan rumah forum nasional tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada keluarga besar Ploso yang bersedia menjadi tuan rumah Munas-Konbes NU 2026,” kata mantan Wagub Jawa Timur ini.
Menjadi Jembatan Menuju Muktamar NU 2026
Sebelum penetapan lokasi, jajaran pimpinan PBNU yang terdiri atas Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, Prof M Nuh, dan Gus Ipul telah bersilaturahmi ke Pesantren Ploso. Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta doa restu sekaligus mematangkan persiapan teknis penyelenggaraan.
Dalam Munas, para ulama akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Sementara Konbes akan merumuskan sejumlah kebijakan organisasi yang akan menjadi pijakan strategis Nahdlatul Ulama ke depan.
Hasil pembahasan kedua forum tersebut nantinya akan menjadi salah satu referensi penting dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 pada Agustus 2026.
PBNU berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat, serta memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.
Penerapan skema Surabaya-Bangkalan-Ploso menunjukkan PBNU berupaya mengintegrasikan aspek administrasi, seremoni, dan pembahasan substansi dalam satu rangkaian kegiatan. Surabaya menjadi titik registrasi peserta, Bangkalan menjadi lokasi pembukaan, sedangkan Ploso Kediri menjadi pusat sidang pleno dan pembahasan agenda strategis organisasi.
Dengan seluruh persiapan teknis yang terus dimatangkan, forum ini diharapkan menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus jembatan menuju Muktamar NU ke-35 pada Agustus 2026.












