MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat penanganan dampak bencana angin kencang di Kecamatan Panti. Rumah warga yang terdampak dibangun kembali. Langkah itu dilakukan melalui koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur Muspika setempat di Desa Serut.
Rumah milik Sumiati (70), warga Dusun Krajan, Desa Serut, Kecamatan Panti, sebelumnya rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (16/3/2026). Kondisi tersebut membuat korban sempat tinggal di tempat darurat dengan perlindungan terbatas.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pemerintah daerah segera melakukan asesmen setelah menerima laporan kejadian. Penanganan difokuskan pada pemulihan hunian bagi korban yang masuk kategori rentan.
“Begitu laporan masuk, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menentukan langkah penanganan. Pembangunan kembali rumah menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar korban,” ujar Edy saat ditemui, Rabu (18/3/2026).
Menurut dia, proses pembangunan dilakukan secara cepat dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat. BPBD juga menyalurkan bantuan logistik untuk menunjang kebutuhan harian korban selama masa pemulihan.
“Selain perbaikan rumah, kami juga memberikan bantuan berupa kasur, perlengkapan tidur, peralatan dapur, perlengkapan kebersihan, serta bahan pokok,” katanya.
Camat Panti Hendra Kusuma menambahkan, koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah memungkinkan respons yang lebih terstruktur di lapangan. Ia menyebut, peran pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam menggerakkan sumber daya yang ada.
“Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan warga terdampak bencana mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.
Kepala Desa Serut Abdul Asis mengatakan, intervensi pemerintah daerah membantu mempercepat pemulihan kondisi korban. Sebelum rumah dibangun kembali, korban sempat tinggal di bawah terpal dengan kondisi yang tidak memadai.
Dengan selesainya pembangunan rumah tersebut, korban kini kembali memiliki hunian yang lebih layak. Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan akan terus memantau kondisi warga terdampak bencana serta memperkuat sistem respons cepat di tingkat desa dan kecamatan. (SPT)













