Ribuan Warga Turun ke Jalan, Bendera Merah Berkibar: Iran Serukan Balas Dendam ke AS-Israel Atas Tewasnya Khamenei

Bendera merah dikibarkan di atas kubah Masjid Jamkaran, Qom, menandakan seruan balas dendam Iran terhadap AS dan Israel. (Foto: tangkapan layar @Jamkaran_ir)

MAKLUMAT — Bendera merah berkibar di sejumlah wilayah di Iran, menandakan seruan “balas dendam” usai terbunuhnya pemimpin tertinggi (Rahbar) Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Bendera merah tampak berkibar di Masjid Jamkaran, Qom, dan berbagai daerah lainnya pada Ahad (1/3/2026), sebagai simbol balas dendam atas tewasnya Khamenei. Pemerintah Iran juga telah menetapkan hari berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara itu, ribuan warga Iran tumpah ruah turun ke jalan memadati ibu kota Teheran. Melansir Al Jazeera, massa berkumpul di Lapangan Enghelab (Revolution Square) dengan pakaian serba hitam dan membawa foto Ayatollah Ali Khamenei serta berbagai atribut, poster, dan mengibarkan bendera Iran.

Massa yang memadati Lapangan Enghelab (Revolution Square), menyerukan pembalasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: tangkapan layar)
Massa yang memadati Lapangan Enghelab (Revolution Square), menyerukan pembalasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: tangkapan layar)

Suasana tampak sangat emosional dan penuh kemarahan dalam aksi yang dilakukan ribuan warga Iran tersebut. Banyak di antaranya yang tak kuasa menahan air mata. Massa juga secara kompak memekikkan slogan duka sekaligus seruan balasan terhadap AS dan Israel.

Salah seorang perempuan yang ikut turun ke jalan dalam video yang dibagikan media internasional Viory, menyatakan dengan tegas bahwa “rakyat Iran tidak akan meninggalkan pemimpinnya”. Massa juga meneriakkan “kehancuran bagi Israel dan Amerika Serikat”.

Baca Juga  Wamen Stella Christie Temui UC Berkeley, Bahas Kerja Sama Riset dan Beasiswa

Tewasnya Khamenei telah dikonfirmasi oleh Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Ahad (1/3/2026). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel telah lebih dulu mengumumkan kematian Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran bakal membalas dendam atas pembunuhan terhadap Khamenei, dan pejabat senior lainnya menyebut bahwa pembalasan adalah “kewajiban dan hak sah” negara tersebut.

“Republik Islam Iran menganggap mencari keadilan dan membalas dendam kepada para pelaku, dan mereka yang memerintahkan kejahatan bersejarah ini sebagai kewajiban dan hak sahnya, dan akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban besar ini,” kata Pezeshkian, dilansir Al Jazeera pada Ahad (1/3/2026).

Massa yang memadati Lapangan Enghelab (Revolution Square), menyerukan pembalasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: tangkapan layar)
Massa yang memadati Lapangan Enghelab (Revolution Square), menyerukan pembalasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: tangkapan layar)

Dalam keterangan resminya, Pezeshkian menyebut pembunuhan Khamenei oleh Israel dan AS sebagai “kejahatan besar”. Ia berjanji akan membalas dua negara sekutu tersebut atas kematian Rahbar Iran.

Menurut Pezeshkian, kematian Khamenei justru menjadi titik balik yang bakal menorehkan babak baru dalam sejarah. “Pengorbanan Khamenei sebagai martir akan menjadi simbol perlawanan.”

Baca Juga  Bukan Sekadar Isi Kursi, Pentingnya Dubes yang Kuat di AS dan PBB

“Kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka halaman baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan menyingkirkan penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis,” tegasnya.

Sementara itu, IRGC bersumpah akan memberikan hukuman “keras dan tegas” kepada pihak-pihak yang mereka sebut sebagai pembunuh Khamenei. Mereka juga mengancam akan meluncurkan operasi “paling dahsyat” dalam sejarah terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk yang tersebar di berbagai negara.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa setiap aksi balasan Iran akan dijawab dengan kekuatan militer yang “belum pernah terlihat sebelumnya”.

Di tengah duka yang melanda dan ketegangan yang terus mengalami eskalasi signifikan tersebut, aksi saling serang Israel-AS dan Iran terus berlanjut.

Dikabarkan sejumlah titik di Israel jebol dihantam rudal-rudal dan drone Iran, termasuk di Tel Aviv dan beberapa kota lainnya. Serangan balasan Iran juga menyasar pangkalan militer AS di negara-negara teluk seperti di Yordania, Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab.