MAKLUMAT – Kesempatan belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Di sekitar kawasan tambang PT Bumi Suksesindo (BSI), masyarakat dari berbagai kelompok usia bisa mengembangkan kemampuan melalui Rumah Pintar.
Program pendidikan nonformal ini mengantarkan BSI meraih penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tahun ini.
Penghargaan itu diberikan dalam acara Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Badan Usaha Pertambangan Mineral Tahun 2026 di Jakarta International Expo, Selasa (3/11/2026) malam.
Rumah Pintar menjadi salah satu program pendidikan yang dirancang untuk menjangkau masyarakat dengan kebutuhan belajar berbeda.
Anak-anak sekolah dapat mengikuti kursus komputer, bahasa Inggris, dan matematika. Sementara remaja serta pemuda mendapat kesempatan mempelajari pemasaran berbasis daring atau online.
Tidak berhenti pada pendidikan akademik dan keterampilan digital, Rumah Pintar juga membuka pelatihan produk olahan bagi ibu-ibu dan bapak-bapak.
Pendidikan Inklusi Lintas Usia
Ragam kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat dewasa untuk memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Site Director PT BSI Roelly Fransza menyebut keberagaman peserta dan materi menjadi salah satu kekuatan program tersebut. Rumah Pintar terbuka bagi masyarakat lintas usia, meskipun pelaksanaannya tetap memperhatikan kuota peserta.
“Program kami di Rumah Pintar cukup beragam dan terbuka, meskipun ada kuota. Alhamdulillah, program kami dinilai inklusif karena melibatkan masyarakat lintas usia. Selain itu, materinya juga dinilai baik untuk peningkatan kapasitas masyarakat,” tuturnya, rabu (4/11/2026).
Predikat inklusif tersebut tidak diberikan begitu saja. Kementerian ESDM sebelumnya menurunkan tim untuk menilai kelayakan program Rumah Pintar.
Proses evaluasi berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026 melalui seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan.
Tim penilai melibatkan perwakilan Kementerian ESDM serta akademisi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia. Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi dasar pemberian apresiasi terhadap program pendidikan nonformal yang dijalankan PT BSI.
Rumah Pintar merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT BSI sejak 2018. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk itu mengalokasikan anggaran lebih dari Rp300 miliar hingga 2025 untuk merealisasikan berbagai program PPM.
“Kami start program PPM pada 2018. Hingga 2025, kami telah mengeluarkan anggaran 300 miliar rupiah lebih untuk merealisasikan program-program PPM,” ujar Roelly.
Cakupan SDGs Area Tambang
Selain pendidikan, program PPM PT BSI mencakup kesehatan, peningkatan pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, serta infrastruktur penunjang.
Penerima manfaat program tersebar di lima desa Kecamatan Pesanggaran, yakni Sumberagung, Sumbermulyo, Pesanggaran, Kandangan, dan Sarongan. Program juga menjangkau desa-desa yang menjadi jalur logistik perusahaan.
Berbagai kegiatan telah direalisasikan. Sebut saja beasiswa S-1 dan D-4, pembangunan serta perbaikan gedung sekolah, pembinaan usaha kecil, perbaikan jalan desa, hingga pengembangan dan pelestarian budaya lokal.
Roelly menegaskan, keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PPM. Perusahaan menyusun Rencana Induk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) dengan memperhatikan masukan serta kebutuhan warga.
“Ekspektasi kami, keberadaan PT BSI bisa berdampak positif bagi sosial dan ekonomi masyarakat,” ungkap pria yang juga Kepala Teknik Tambang (KTT).
Ia berharap program-program pemberdayaan tersebut tidak berhenti ketika aktivitas pertambangan berakhir. Masyarakat diharapkan tetap memperoleh manfaat dari berbagai kegiatan yang telah dijalankan.
“Kami berharap dampak program PPM bisa berkelanjutan, tetap lestari meskipun PT BSI tidak lagi beroperasi,” ujarnya memungkasi.











