Stok BBM Jember Aman, Bupati Fawait Atur Penjualan Pertalite dan Solar

BBM

MAKLUMAT — Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan stok pertalite dan solar di wilayahnya aman. Antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) disebut bukan tanda kelangkaan, melainkan bagian dari pengaturan distribusi BBM bersubsidi.

Bupati Jember Muhammad Fawait menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.3/708/35.09.324/2026 tentang Tertib Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi. Surat edaran itu ditandatangani pada 7 September 2026. Isinya, mengatur penjualan pertalite dan solar di Kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.

Dalam surat edaran tersebut, pengelola SPBU diminta mengatur antrean pembelian BBM bersubsidi setiap hari pada pukul 07.00-10.00 WIB. Kebijakan itu mulai berlaku 7 September 2026.

Pemerintah juga meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Tidak melakukan panic buying. Masyarakat maupun pengecer dilarang menimbun BBM bersubsidi.

”Masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat maupun pengecer dilarang menimbun BBM bersubsidi,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Harga pertalite dan bio solar tetap mengacu pada harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Distribusi BBM ke kecamatan lain juga disebut tetap berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember Sartini menyatakan tidak terjadi kelangkaan BBM di Jember. Bahkan, menurut dia, stok akan mengalami surplus setelah tambahan pasokan tiba.

Baca Juga  Jember Percepat Peta Jalan Kependudukan, Panduan Kebijakan Pembangunan Lima Tahun

”BBM sebenarnya aman, bahkan surplus. Ini datanya,” kata Sartini, Selasa (8 September 2026).

Berdasarkan data pemerintah daerah per Senin (7 September 2026) pukul 18.30 WIB, stok solar tercatat 210,2 kiloliter. Kebutuhan hariannya mencapai 265,95 kiloliter. Untuk pertalite, stok tercatat 330,9 kiloliter dengan kebutuhan harian 540,86 kiloliter.

Pada hari yang sama, terdapat tambahan pasokan yang masih dalam perjalanan menuju Jember. Tambahan itu terdiri atas 184 kiloliter solar dan 344 kiloliter pertalite.

Dengan tambahan pasokan tersebut, stok solar diproyeksikan mencapai 394,2 kiloliter atau surplus 128,25 kiloliter dibanding kebutuhan harian. Sementara stok pertalite diperkirakan mencapai 674,9 kiloliter atau surplus 134,04 kiloliter.

Sartini meminta masyarakat tidak terpancing informasi mengenai kelangkaan BBM. Dia juga meminta warga mematuhi ketentuan dalam surat edaran Bupati Jember.

Menurut Sartini, pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan pertalite dan solar di Jember. (*)