Tiga Bekal Penting Mengarungi Bulan Suci Ramadan

Kultum Tarawih perdana di Musala Al-Khairat, Selasa (17/2/2026). (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Terdapat setidaknya tiga bekal yang harus disiapkan untuk mengarungi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang saja datang. Hal itu dijelaskan Ustaz Salman saat menyampaikan kultum dalam Salat Tarawih perdana di Musala Al-Khairat, Kota Malang, Selasa (17/2/2026).

Dalam kultumnya yang bertajuk “Mantapkan Bekal dalam Menyambut Ramadan”, Ustaz Salman menegaskan bahwa kesiapan menyambut Ramadan harus meliputi hati, ilmu, dan perencanaan ibadah.

“Ramadan yang sukses dimulai dari keberanian menilai diri sendiri dan bertekad menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia merinci tiga bekal penting. Pertama, menyucikan hati dengan bertaubat dan muhasabah. Konsep taubat nasuha (taubat yang tulus dan menghasilkan perubahan perilaku) ditunjukkan dalam Surat At-Tahrim ayat 8 sebagai panggilan bagi orang beriman untuk kembali dan memperbaiki diri.

Menurutnya, pertaubatan harus disertai dengan penyesalan, penghentian perbuatan dosa, dan tekad untuk tidak mengulanginya.

“Ramadan yang sukses dimulai dari keberanian orang-orang untuk menilai diri sendiri dan bertekad menjadi lebih baik. Jika merasa pernah berbuat salah kepada seseorang maka segera minta maaf, apabila merasa ada dosa yang pernah dilakukan maka segera bertaubat,” tandasnya.

Bekal kedua adalah mempelajari ilmu tentang Ramadan dan puasa. Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi memiliki rukun, syarat, adab, serta hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi pahala yang perlu dipahami agar ibadah sah dan bermakna. Ia menekankan pentingnya niat, waktu sah, serta pengetahuan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga  1 Muharam 1448 H: Saatnya Tinggalkan Mitos 1 Suro dan Wujudkan Kalender Hijriah Global

“Ibadah khususnya di Bulan Ramadan harus dibangun di atas ilmu yang benar, bukan sekadar kebiasaan atau hanya mengikuti adat istiadat,” tegas Ustaz Salman.

Ketiga, lanjutnya, adalah menyusun target amal dan program ibadah selama Ramadan.

Perencanaan ibadah, seperti target tilawah, jumlah salat sunnah, maupun zakat dan sedekah, dinilai membantu jamaah menjaga konsistensi serta mengukur capaian spiritual selama bulan suci.

“Puasa bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi perjalanan iman yang perlu tujuan agar memberi dampak bagi diri sendiri dan sosial,” kata dia.