MAKLUMAT — Ketua PWM Jatim, Prof Sukadiono menjelaskan bahwa smart organization atau organisasi yang cerdas harus memiliki tiga ciri utama. Ketiganya yakni adaptif terhadap perubahan, menerapkan digitalisasi, dan kemampuan membangun kolaborasi.
“Organisasi cerdas itu cirinya yang pertama adalah adaptif. Jadi organisasi itu harus bisa melakukan adaptasi terhadap berbagai macam perubahan,” ujarnya saat membuka agenda Training of Trainer Implementasi SatuMu di Aula Mas Mansur PWM Jatim, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa di Muhammadiyah berlaku jargon Islam Berkemajuan, yaitu Islam yang senantiasa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun demikian, ia menekankan bahwa tata kelola organisasi di Muhammadiyah tetap perlu terus didorong untuk berkembang.
“Kita ini sebenarnya masih semi-semi tradisional, semi-semi konvensional. Nah padahal kita dituntut untuk bisa beradaptasi,” jelasnya di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menyinggung bahwa perkembangan artificial intelligence sangat pesat dan menunjukkan berbagai kemampuan yang luar biasa. Menurutnya, jika tidak mampu mengikuti perkembangan dunia serta kemajuan teknologi informasi, ada kemungkinan akan tertinggal.
“Nah yang kedua ciri organisasi modern itu adalah digitalisasi. Jadi kalau kita ingin menjadi smart organization, ya harus digitalisasi dari semua aspek,” jelasnya.
Ia kemudian mencontohkan bahwa pada masa lalu aktivitas perbankan seperti menabung, menarik uang, atau melakukan transfer harus dilakukan dengan datang langsung ke teller. Namun kini, berbagai layanan tersebut dapat dilakukan secara digital melalui mobile banking.
Selain itu, menabung tidak lagi harus melalui teller karena dapat dilakukan melalui mesin ATM, bahkan penarikan uang pun kini bisa dilakukan tanpa memasukkan kartu ATM berkat perkembangan digitalisasi.
“Nah inilah yang kemudian menjadi keinginan dari PP Muhammadiyah dengan program DOM, SatuMu, dan EKTM ini dalam rangka digitalisasi dari semua aspek. Dengan harapan kita ini menjadi organisasi yang betul-betul modern, menjadi organisasi yang betul-betul cerdas,” ujarnya.
Ia lalu menjelaskan ciri yang ketiga, yakni kolaborasi. Menurutnya, tanpa kolaborasi, organisasi tidak akan mampu berkembang menjadi organisasi yang modern maupun cerdas.
“Ketiga, ciri organisasi modern atau smart organization itu adalah kolaborasi. Tidak mungkin tanpa kolaborasi kita bisa menjadi organisasi yang modern. Tidak mungkin tanpa kolaborasi kita bisa menjadi organisasi yang cerdas,” jelasnya.













