Viral Dugaan Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta, Begini Cara Memilih Daycare untuk Buah Hati

Little Areesha Yogyakarta

MAKLUMAT — Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta tengah menjadi netizen.

Tempat penitipan anak yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara No.27, Sorosutan, Umbulharjo, itu digerebek aparat kepolisian pada Jumat, 24 April 2026 setelah muncul dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di sana.

Polisi mengungkap, sedikitnya 53 anak diduga menjadi korban kekerasan fisik dari total 103 anak yang teridentifikasi dalam penyelidikan. Temuan di lokasi mengejutkan publik: anak-anak disebut ditidurkan di lantai tanpa pakaian, dengan tangan dan kaki diikat.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyatakan daycare tersebut tidak memiliki izin resmi operasional. Kasus ini kini menjadi peringatan keras bagi para orang tua agar lebih cermat sebelum mempercayakan buah hati kepada lembaga pengasuhan.

Jangan Tergoda Fasilitas Mewah

Kasus viral Little Aresha menunjukkan, daycare dengan tampilan menarik belum tentu memiliki standar pengasuhan yang layak. Mainan baru, ruangan estetik, atau fasilitas premium bukan jaminan anak mendapatkan perlindungan, perhatian, dan pendidikan yang sehat.

Yang utama justru kualitas pengasuh, sistem pengawasan, kebersihan, hingga legalitas lembaga.

Sebelum memutuskan menitipkan anak,  dr. Kevin Adrian dari Alo Dokter, menyarankan agar orang tua memastikan si kecil siap beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama jika selama ini sangat bergantung pada ayah atau ibu.

Baca Juga  Kasus Daycare Yogyakarta Viral: PP Aisyiyah Tekankan Standardisasi Layanan dan Perlindungan Anak

Delapan Cara Memilih Daycare yang Tepat

1. Pastikan punya izin resmi
Legalitas adalah fondasi utama. Daycare yang memiliki izin operasional umumnya telah melalui proses verifikasi standar keamanan, fasilitas, dan kelayakan pengasuhan. Jangan ragu meminta dokumen izin kepada pengelola.

2. Cek reputasi daycare
Cari tahu rekam jejak tempat penitipan anak tersebut. Testimoni orang tua lain, ulasan publik, hingga pengalaman keluarga yang pernah menggunakan layanan daycare bisa menjadi bahan pertimbangan penting.

3. Lihat kualitas pengasuh
Pengasuh harus memiliki pengalaman, sabar, ramah, dan peka terhadap kebutuhan anak. Rasio pengasuh dan anak juga wajib proporsional agar pengawasan maksimal.

Idealnya:

  • 1 pengasuh untuk 3–4 bayi atau balita usia 1–2 tahun
  • 1 pengasuh untuk 4–6 anak usia 2–3 tahun
  • 1 pengasuh untuk 6–10 anak usia di atas 3 tahun

4. Tanyakan protokol darurat
Daycare yang baik punya SOP jelas, mulai dari penjemputan anak, izin dijemput orang lain, hingga penanganan saat anak sakit, cedera, atau menghadapi kondisi darurat.

5. Periksa jadwal harian
Anak membutuhkan ritme yang sehat: makan teratur, tidur cukup, aktivitas fisik, bermain, dan stimulasi edukatif. Daycare yang baik memiliki jadwal terstruktur, bukan sekadar “menitipkan”.

Baca Juga  Daycare Umbulharjo Dikecam, Izin Diminta Dicabut

6. Pastikan kebersihan terjaga
Perhatikan lantai, toilet, dapur, mainan, ventilasi, dan kebiasaan pengasuh mencuci tangan. Kebersihan daycare sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak.

7. Cermati menu makanan
Tanyakan makanan yang disajikan, pola gizi, serta fleksibilitas bila orang tua membawa bekal sendiri. Informasikan pula jika anak memiliki alergi tertentu.

8. Utamakan keamanan lingkungan
Pastikan daycare memiliki sistem keamanan, pengawasan ketat, serta CCTV yang aktif memantau aktivitas anak selama berada di lokasi.

Orang Tua Harus Peka pada Perubahan Anak

Setelah anak masuk daycare, pengawasan orang tua tidak boleh berhenti. Perhatikan perubahan perilaku: apakah anak tampak bahagia, nyaman, atau justru murung, takut, dan menolak berangkat.

Sikap anak sering menjadi bahasa pertama yang menunjukkan apakah ia aman atau sedang mengalami tekanan.

Kasus Little Aresha Yogyakarta menjadi pelajaran mahal: memilih daycare bukan sekadar mencari tempat menitipkan anak saat orang tua bekerja, tetapi memilih ruang tumbuh yang aman, sehat, dan penuh kasih bagi masa depan buah hati. ***