MAKLUMAT — Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (FIK Umsura), Firman, menyampaikan sejumlah kiat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di tengah musim hujan.
Menurut Firman, potensi masalah yang akibat musim hujan bukan cuma soal genangan air alias banjir, tetapi juga kelembapan tinggi yang sering kali menimbulkan masalah kesehatan. Apalagi jika terjadi banjir, kondisi lingkungan makin lembap memungkinkan bakteri dan kuman berkembang biak lebih cepat.
Firman menyebut, setidaknya terdapat 3 jenis penyakit yang paling sering muncul di musim hujan, yakni infeksi saluran pernafasan akibat virus influenza, penyakit demam berdarah, serta gangguan pencernaan alias diare.
Infeksi saluran pernafasan akibat virus influenza, kata dia, gejala yang timbul mulai dari ringan hingga berat, seperti flu, bersin-bersin, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala hingga batuk.
“Virus ini menular melalui air liur atau droplet dari orang yang terinfeksi. Ketika sudah mulai muncul gejala bersin atau batuk, maka virus influenza akan terbawa oleh percikan air liur dan droplet,” ujarnya, dikutip laman resmi Umsura pada Selasa (27/1/2026).
“Saat itulah bisa terjadi penularan, jika droplet terhirup atau terpapar pada orang lain,” sambung Firman.
Kemudian, penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti, yang biasanya sering muncul di musim hujan. Menurut Firman, pemicunya adalah kondisi tempat-tempat berair dan lembab, menjadi sarang nyamuk yang sangat disukai sebagai tempat untuk berkembang biak.
Ia menjelaskan, nyamuk aedes aegypti jantan dan betina memiliki perbedaan, di mana nyamuk jantan tampak memiliki antena berbulu lebat dan dia tidak menghisap darah, namun hanya menghisap cairan tumbuhan atau sari bunga. Sedangkan nyamuk betina tidak memiliki antena berbulu lebat, namun ia menghisap darah, terutama darah manusia karena nyamuk betina membutuhkan zat besi maupun kandungan lainnya pada darah manusia, untuk mempercepat proses pematangan sel telur agar cepat menetas.
Nyamuk aedes aegypti betina inilah yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah. “Nyamuk aedes aegypti bisa menggigit berulang kali, pada saat nyamuk ini menggigit, selanjutnya dia memasukkan air liur yang terdapat virus dengue ke dalam tubuh manusia. Maka di sinilah proses infeksi dimulai hingga menyebabkan penyakit demam berdarah,” jelasnya.
Selain itu, gangguna pencernaan berupa diare juga kerap terjadi pada musim hujan, yang ditandai dengan feses encer saat buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari. Penyakit ini sering kali disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi kuman, bakteri, ataupun parasit.
Firman menegaskan, diare tidak bisa dianggap remeh, apalagi pada balita dapat menimbulkan kondisi emergency. Jika seseorang kehilangan banyak cairan akibat diare, ia bisa mengalami shock hipovolumik yang ditandai dengan kesadaran menurun, tekanan darah turun secara drastis, hingga denyut nadi melemah.
Sebab itu, ia menyarankan setidaknya empat hal untuk menjaga kesehatan tubuh di musim hujan. Pertama, menjaga kebersihan, terutama sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kedua, menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami flu dan batuk. Ketiga, melakukan praktik 3M yang juga sudah sangat sering dan lazim disosialisasikan, yakni dengan menguras, menutup, mendaur ulang dan menabur bubuk abate.
“Dan terakhir (keempat) konsumsi makanan bergizi buah dan sayur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh (dari penyakit),” pungkas Firman.













