MAKLUMAT – Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, Jimly Asshiddiqie, menyebut Aksi Rakyat Bela Indonesia sebagai gerakan yang menyatukan hati nurani dan akal sehat masyarakat dalam merespons persoalan bangsa.
Jimly menyampaikan hal tersebut dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Lapangan Hijau Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Ahad (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Widodo Muktiyo, bersama para inisiator gerakan dan ribuan umat Islam dari berbagai elemen masyarakat.
“Rupanya ada hati nurani yang sama yang mempersatukan kita. Ada akal sehat yang menyatukan kita, ini namanya moral power dan logic power,” ujar Jimly dikutip dari laman UAI.
Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari kesamaan hati nurani dan kepedulian terhadap kondisi bangsa.
Jimly juga menegaskan Masjid Agung Al-Azhar merupakan masjid umat yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah dan pendidikan, masjid dapat menjadi ruang perjuangan untuk merespons persoalan keumatan dan kebangsaan.
Lima Tuntutan Aksi Rakyat Bela Indonesia
Rangkaian Aksi Rakyat Bela Indonesia diawali dengan munajat dan salat Subuh berjemaah di Masjid Agung Al-Azhar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda utama di Lapangan Hijau.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan organisasi masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Penyelenggara menyampaikan lima tuntutan utama yang sebelumnya diumumkan dalam konsolidasi dan konferensi pers di Auditorium Lantai 3 UAI pada 7 November 2026.
Tuntutan tersebut meliputi ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu membela Indonesia, melawan pihak-pihak yang dinilai mengkhianati bangsa dan negara, serta menentang oligarki dan negara asing yang dianggap melindungi oligarki.
Gerakan ini juga menuntut pelaksanaan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara penuh serta penegakan hukum sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
Penyelenggara menyatakan lima tuntutan tersebut menjadi pokok aspirasi yang akan dikawal oleh Aksi Rakyat Bela Indonesia.
Salam Lima Jari sebagai Simbol Persatuan
Dalam kegiatan tersebut, Aksi Rakyat Bela Indonesia memperkenalkan salam lima jari sebagai simbol persatuan.
Simbol itu merepresentasikan Pancasila sekaligus menjadi ajakan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran Rektor UAI dan Ketua Pembina YPI Al-Azhar menjadi bagian dari keterlibatan pimpinan lingkungan Al-Azhar dalam agenda keumatan dan kebangsaan.
Lapangan Hijau Masjid Agung Al-Azhar menjadi tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai persatuan, penegakan hukum, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.***












