File Epstein Ungkap Bill Gates Rencanakan Covid-19? Netizen Ramai Minta Maaf ke Dharma Pongrekun

MAKLUMAT — Netizen di media sosial X ramai-ramai mengunggah postingan dengan narasi meminta maaf ke mantan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun. Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul munculnya isu yang menyebut pandemi Covid-19 sebagai peristiwa yang direncanakan.

Isu mengenai pandemi Covid-19 sebagai wabah yang direncanakan ini mencuat setelah dokumen bertajuk File Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Jumat (30/1/2026). Salah satu isi berkas tersebut memicu narasi publik yang mengaitkan Jeffrey Epstein dan Bill Gates dengan dugaan perencanaan pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Dharma kerap kali menyampaikan pernyataan kontroversial yang menyebut pandemi Covid-19 sebagai agenda terselubung dan konspirasi asing. Narasi serupa ia sampaikan saat Debat Pilgub Jakarta pada Oktober 2024 silam.

“Saya paham betul tentang pandemi ini. Pandemi ini adalah agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara,” kata Dharma kala itu.

Ucapan tersebut sempat viral dan menuai kritik serta ejekan dari masyarakat pada masa kampanye. Dharma juga terus menjadi bahan meme di berbagai media sosial karena berbagai pernyataan lainnya. Namanya kembali viral setelah Pandji Pragiwaksono memasukan namanya dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dirilis Netflix beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama ke Bill Gates: Bantuannya Luar Biasa ke Indonesia

Kini setelah File Epstein terungkap, netizen ramai menyampaikan permintaan maaf kepada Pongrekun melalui platform X. Mereka menilai pernyataan Dharma relevan dengan isu yang kembali mencuat. Namun, tidak sedikit netizen yang skeptis dengan kebenaran isu tersebut dan berbalik melempar satir.

Benarkah Bill Gates & Jeffrey Epstein Merencanakan Pandemi?

Isu ini berawal dari sebuah email bertanggal 3 Maret 2017 yang tercantum dalam FIle Epstein. Berkas dengan nama EFTA02657725.pdf itu membahas ruang lingkup kerja dan daftar deliverables dalam keterlibatan Epstein di perusahaan investasi BGC3, yang diketahui berafiliasi dengan Bill Gates.

Dalam korespondensi tersebut, Epstein menyampaikan laporan mengenai rencana kerja yang disusun setelah percakapan sebelumnya dengan Gates dan Larry Cohen. Perhatian publik mengarah pada salah satu poin dalam daftar deliverables yang menyinggung tindak lanjut simulasi pandemi.

Pembahasan simulasi pandemi itu tertulis berdampingan dengan topik kesehatan domestik dan pengembangan teknologi kesehatan, sehingga memicu spekulasi bahwa pandemi global telah dirancang sejak jauh hari.

Selain simulasi pandemi, email tersebut memuat rencana kajian lain yang mencakup perlindungan data kesehatan pribadi berbasis sistem digital, analisis pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat, serta pengembangan neuroteknologi untuk penyakit kronis dan degeneratif.

Baca Juga  Wabah Misterius Serang Kongo, Indonesia Diminta Tutup Pintu bagi Kunjungan WNA dari Afrika

Seluruh topik itu disusun sebagai bagian dari agenda riset, rekomendasi kebijakan, dan pengembangan teknologi. Narasi bahwa pandemi Covid-19 sebagai wabah yang direncanakan kemudian berkembang luas di media sosial dan sejumlah kanal daring.

Nama Gates dan Epstein kerap disandingkan dalam berbagai unggahan, dengan klaim bahwa pembahasan simulasi pandemi menjadi bukti adanya perencanaan wabah global. Klaim tersebut menyebar dengan cepat.

Namun, penelusuran terhadap isi email menunjukkan bahwa pembahasan pandemi muncul dalam konteks simulasi dan kesiapsiagaan. Sebagai informasi, simulasi pandemi dikenal sebagai praktik yang lazim dilakukan oleh pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta untuk menguji respons terhadap kemungkinan krisis kesehatan di masa depan.

Hingga kini, tidak terdapat dokumen atau keterangan resmi yang menyatakan bahwa email tersebut berkaitan dengan perencanaan pandemi Covid-19. Dokumen File Epstein yang dirilis DOJ mencerminkan korespondensi internal dan diskusi konseptual, yang kemudian ditafsirkan beragam oleh netizen setelah dibuka ke ruang publik.​