MAKLUMAT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, merekomendasikan beberapa buku keislaman yang tak hanya dibacanya berkali-kali, tetapi juga sering ia kutip dalam ceramah ataupun pidato-pidatonya.
Buku pertama yang disebutnya sering kali dijadikan rujukan adalah karya Fazlur Rahman berjudul Major Themes of the Qur’an.
“Kalau keislaman yang sering saya baca itu, bukunya Fazlur Rahman, Major Themes of the Qur’an. Ini sering saya kutip,” ujarnya, di sela menghadiri Kajian Ramadan 1447 Hijriah PWM Jawa Timur di Universitas Muhamamdiyah (Unmuh) Jember, Sabtu (21/2/2026).
Major Themes of the Qur’an sendiri memang dianggap sebagai salah satu karya tafsir tematik modern yang sangat berpengaruh. Dalam buku ini, Fazlur Rahman mencoba memetakan pandangan dunia (worldview) Al-Qur’an secara sistematis.
Selain karya Fazlur Rahman tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengaku sering membaca salah satu buku karya intelektual muslim tanah air, Kuntowijoyo, yang bahkan dibacanya sampai berulang-ulang.
“Kalau buku kumpulan tulisan, saya baca berulang-ulang, itu kumpulan tulisannya Pak Kuntowijoyo, (judulnya) Muslim Tanpa Masjid,” sebut Mu’ti.
Sebagai informasi, Muslim Tanpa Masjid merupakan buku yang berisi kumpulan esai karya Kuntowijoyo, yang membedah terkait fenomena kebangkitan kelas menengah muslim perkotaan di Indonesia.
Kuntowijoyo sendiri dikenal sebagai salah seorang intelektual muslim Indonesia yang tersohor dan “serba bisa”. Ia dikenal sebagai seorang sejarawan, sastrawan, bahkan budayawan. Ia adalah Guru Besar Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memelopori Ilmu Sosial Profetik (ISP).
Tak cuma itu, Mu’ti juga mengaku sering mengutip kitab tafsir Imam Al-Qurthubi berjudul Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an.
“Kalau kaitannya dengan tafsir, yang sering saya kutip itu, Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an,” tandas pria yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.












