MAKLUMAT — Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Situbondo menggelar “Pelatihan Birama, Membirama dan Seni Musik Angklung”, yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Awar-awar, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan, Sucipto SPd MPd. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Ketua PDM Situbondo Muhammad Samsuri, Ketua PDA Situbondo Hj Sumijati SPd, Ketua LSBO PDM Situbondo Agus Ariyanto, serta Ketua LBSO PWA Jawa Timur Sri Wahyuni SAg MPd sebagai narasumber.
Peserta pelatihan merupakan ibu-ibu guru PAUD/TK ABA yang tergabung dalam Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) se-Kabupaten Situbondo.
Ketua Panitia, Marfu’ah didampingi Sekretaris Rofiqa Amaliyah SPd, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis dan keterampilan praktis peserta dalam memimpin dan memainkan alat musik tradisional angklung secara baik dan benar.
“Karena musik angklung tidak bisa dimainkan sendiri, melainkan membutuhkan harmoni kelompok,” tandas Marfu’ah.
Ia mengungkapkan, tujuan pelatihan meliputi empat aspek, yakni: pengembangan keterampilan teknis (birama membirama), penguasaan musik angklung, aspek pedagogis, serta pelestarian budaya dan karakter.
Pengembangan keterampilan teknis (birama membirama) diharapkan mampu membekali peserta, sehingga menguasai teknik konduktor sebagai dirigen ansambel angklung, termasuk ketukan, tempo, dan tanda dinamika agar permainan harmonis dan serempak.
Penguasaan musik angklung diharapkan dapat memberikan pemahaman teknik memegang, menggetarkan (kurulung) dan menyentak (centok) angklung, serta kemampuan membaca partitur dan notasi angka khusus angklung.
Sementara itu, aspek pedagogis memberikan metode pengajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk mengenalkan angklung kepada anak usia dini, sebagai media stimulasi motorik, fokus, konsentrasi, dan kedisiplinan.
Sedangkan pelestarian budaya dan karakter, diharapkan dapat menumbuhkan cinta terhadap angklung sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, serta melatih kerja sama tim dan gotong royong.***
*) Penulis: Agus Ariyanto












