MAKLUMAT — Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asy-Syifa, M Idris Falakhuddin mengingatkan sesama aktivis mahasiswa untuk memperhatikan pola konsumsi minuman selama bulan Ramadan.
Mahasiswa S1 Prodi Keperawatan Universitas Strada Indonesia itu menyoroti kebiasaan sebagian mahasiswa yang tetap menjalankan aktivitas organisasi hingga larut malam sambil mengonsumsi kopi.
“Kopi ini ada zat kafein yang sangat tinggi yang bisa saja menyebabkan dehidrasi. Apalagi ketika puasa, dehidrasi membuat mulut menjadi kering,” katanya kepada wartawan Maklumat.id pada Sabtu (7/3/2026).
Menurut Idris, aktivitas organisasi yang tetap berjalan pada malam hari di bulan Ramadan kerap membuat mahasiswa begadang. Dalam situasi itu, kopi sering menjadi pilihan untuk menjaga stamina agar tetap bisa mengikuti diskusi atau kegiatan organisasi.
Namun, ia mengingatkan konsumsi kopi secara berlebihan, terutama menjelang sahur, dapat memicu rasa haus lebih cepat saat berpuasa. Kandungan kafein di dalam kopi juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
“Salah satu hal yang perlu ditekankan juga adalah mengurangi kebiasaan mengopi. Tapi setidaknya ketika berbuka puasa saja atau malam hari. Jadi kinerja kopi di dalam tubuh ini minimal tiga jam setelah diminum,” ujarnya.
Ia menilai waktu setelah berbuka puasa hingga malam hari relatif lebih aman bagi mahasiswa yang ingin tetap menikmati kopi. Dengan jeda waktu yang cukup sebelum sahur, efek kafein dinilai tidak terlalu mengganggu kondisi tubuh saat menjalani puasa keesokan harinya.
Selain kopi, Idris juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak terlalu sering memilih minuman bersoda saat berbuka puasa. Menurut dia, minuman bersoda dapat memicu ketidaknyamanan pada lambung jika diminum dalam kondisi perut kosong setelah seharian berpuasa.
“Minum minuman soda otomatis membuat asam lambung yang ada di tubuh kita itu naik. Ketika perut kosong lalu saat buka puasa diminum soda, otomatis tubuh ini kaget,” jelasnya.
Sebagai alternatif, Idris menyarankan mahasiswa memperbanyak minum air putih sejak berbuka hingga menjelang sahur untuk membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Ia juga menyebut susu dapat menjadi pilihan tambahan karena kandungan protein dan nutrisinya cukup tinggi sehingga membantu menahan rasa lapar lebih lama.
“Solusinya itu adalah memperbanyak minum air putih dan minum susu. Jadi kurangilah minuman kopi ketika menjelang sahur itu,” tandasnya.













