MAKLUMAT – Peran petugas haji tidak sekadar menjalankan tugas administratif selama penyelenggaraan ibadah haji. Mereka dituntut menjadi pelayan bagi jemaah agar proses ibadah berjalan aman, nyaman, dan tertib.
Hal itu ditegaskan Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, saat memberikan pembinaan kepada petugas haji di Wisma Armina, Donohudan, Boyolali, Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur petugas haji dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter kloter, perawat, hingga petugas haji daerah.
Menurut Dendi, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji sangat bergantung pada kedisiplinan dan kepedulian petugas terhadap jemaah. Karena itu, seluruh petugas haji harus menempatkan diri sebagai pelayan para tamu Allah.
Layanan Kebutuhan Jemaah
“Kita ini pelayan jemaah. Tugas kita memastikan mereka bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hubungan yang baik antara petugas dan jemaah perlu dibangun sejak awal perjalanan. Kedekatan tersebut memudahkan koordinasi, terutama saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
Selain menekankan peran pelayanan, Dendi juga menjelaskan sejumlah fasilitas yang akan diterima jemaah. Setiap jemaah nantinya memperoleh dokumen perjalanan dan berbagai perlengkapan layanan, mulai dari paspor, visa, hingga akses ke aplikasi layanan haji Nusuk.
Jemaah juga akan mendapatkan biaya hidup atau living cost sebesar 750 riyal Saudi, obat-obatan, kupon makan, serta kunci kamar hotel selama menjalankan ibadah.
Tak Sekadar Petugas Haji
Peran pembimbing ibadah juga sangat penting, terutama dalam memberikan bimbingan kepada jemaah dalam kondisi khusus. Salah satunya ketika jemaah harus melakukan tayamum di pesawat jika tidak memungkinkan menggunakan air untuk bersuci.
Dendi juga menekankan pentingnya kedisiplinan para petugas haji dalam memantau kondisi jemaah. Ia meminta agar petugas melakukan absensi jemaah minimal dua kali dalam sehari.
“Lebih baik capek melakukan absensi daripada capek mencari jemaah yang hilang,” tegasnya.
Selain itu, jemaah juga perlu dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan selama berada di Tanah Suci, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut Dendi, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari jumlah jemaah yang berangkat. Kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah juga menjadi indikator penting.














