MAKLUMAT — Pergantian pimpinan terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Aminah Kota Blitar, Selasa (10/3/2026) sore. Direktur Utama sebelumnya, dr. Meutia Farah Fauziah, DF, Sp.A., M.Kes, menyerahkan jabatan kepada dr. Asteria Kahardiningrum yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Prosesi pergantian jabatan berlangsung di Gedung Diklat RSI Aminah dan disaksikan langsung oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir. Tamhid Masyhudi, Ketua PDM Kota Blitar Lukiarto, SKM, serta Ketua PDM Kabupaten Blitar Sigit Prasetyo, S.E.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Tamhid Masyhudi, menegaskan pergantian pimpinan di lingkungan Muhammadiyah merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi. “Di Muhammadiyah itu pergantian pimpinan merupakan sesuatu yang biasa. Soal pergantian siapa dan sebagainya, memang ada pertimbangan-pertimbangan khusus dari pusat,” kata Tamhid kepada Maklumat.id saat ditemui usai acara.
Menurut Tamhid, dalam sejarah Islam pun pergantian kepemimpinan bukanlah hal baru. Ia mencontohkan kisah Khalid bin Walid yang pernah digantikan dalam kepemimpinan pasukan. “Dari sisi landasan teologinya ada. Soal kenapa diganti, tim Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) yang lebih mengetahui. Ada beberapa hal yang membutuhkan pendalaman untuk kebaikan RSI Aminah. Secara teknis MPKU yang lebih tahu,” ujarnya.
Tamhid juga menegaskan bahwa dr. Meutia masih tetap menjadi bagian dari RSI Aminah dan akan tetap membantu pengembangan rumah sakit tersebut. “Secara terbuka dr. Farah masih di sini dan membantu RSI Aminah. Pergantian ini hal yang biasa dan berjalan baik. Secara teknis MPKU yang lebih mengetahui,” katanya.
Penyerahan SK PWM Jatim
Serah terima jabatan secara seremonial dilakukan dengan penyerahan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nomor 080/KEP/II.0/D/2026 tentang Pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSI Aminah Blitar. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M. dan Sekretaris Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. Setelah penandatanganan berita acara, dr. Meutia diberikan kesempatan menyampaikan sambutan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan yang telah memberikan amanah. Rumah sakit ini bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang pengabdian,” ujar dr. Meutia.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah apabila selama masa kepemimpinannya terdapat hal-hal yang kurang berkenan. “Saya mohon maaf kepada Persyarikatan Muhammadiyah apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Iktikad kami semata-mata untuk kemajuan RSI Aminah,” katanya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama, dr. Meutia menegaskan tetap berkomitmen untuk mendukung perkembangan RSI Aminah. “Saya tetap berkomitmen sebagai bagian dari RSI Aminah dan berharap rumah sakit ini semakin berkembang,” tambahnya.
RSI Aminah Terus Berkembang
RSI Aminah saat ini memiliki total 283 karyawan, meningkat dari sekitar 200 karyawan sebelumnya. Penambahan tenaga kesehatan juga terjadi, termasuk sekitar 45 tenaga medis serta 127 tenaga spesialis. Dari sisi keuangan, RSI Aminah sebelumnya pernah mencatat kinerja gemilang pada 2021. Namun menjelang pergantian direktur utama, kondisi keuangan disebut mengalami penurunan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSI Aminah, dr. Asteria Kahardiningrum, menyampaikan penghargaan kepada dr. Meutia atas kontribusi dan pengabdiannya selama memimpin rumah sakit tersebut. Ia juga meminta arahan dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar. “Kami mohon arahan dari MPKU PWM Jawa Timur dan PDM Kota Blitar agar selama memimpin dapat menjalankan amanah sesuai dengan harapan pimpinan,” kata dr. Asteria. Ia juga meminta dukungan dari seluruh keluarga besar RSI Aminah agar visi dan misi rumah sakit dapat dijalankan secara optimal.
Ketua PDM Kota Blitar, Lukiarto, menyampaikan terima kasih kepada dr. Meutia atas pengabdian yang telah diberikan selama memimpin RSI Aminah. “Terima kasih kepada dr. Farah atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga beliau selalu sehat dan terus berkembang,” kata Lukiarto.
Ia juga berpesan kepada dr. Asteria agar menjalankan RSI Aminah sebagaimana mestinya dengan dukungan dan pendampingan dari Persyarikatan Muhammadiyah. “Kepada dr. Asteria, kami meminta agar menjalankan RSI Aminah sebagaimana mestinya. Tentu akan ada pendampingan agar dapat berkembang dalam memimpin rumah sakit ini,” ujarnya.***













