MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan sejumlah destinasi wisata untuk menyambut potensi lonjakan kunjungan selama libur Lebaran 2026. Wisata alam pegunungan dan kuliner pesisir selatan disebut menjadi dua kekuatan utama yang diandalkan untuk menarik wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember Bobby Arie Sandy mengatakan, karakter wisatawan saat musim libur cenderung mencari ruang terbuka dengan pengalaman alam yang kuat sekaligus kuliner khas daerah.
“Wisatawan biasanya ingin tempat yang terbuka, menikmati pemandangan alam, sekaligus mencicipi kuliner lokal. Jember memiliki kombinasi itu,” kata Bobby saat ditemui pada Senin (16/3/2026).
Di wilayah utara, kawasan lereng Gunung Argopuro diproyeksikan menjadi salah satu tujuan favorit. Lanskap pegunungan yang masih alami, termasuk kawasan kebun teh Gunung Gambir, kini mulai dikenal sebagai lokasi berkemah yang diminati wisatawan.
Selain menawarkan panorama alam, kawasan itu juga memiliki nilai sejarah dan edukasi. Beberapa jejak peninggalan lama di kawasan Argopuro menjadi bagian dari narasi sejarah yang dapat dipelajari oleh pengunjung.
Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan wisata petualangan. Aktivitas canyoneering atau penelusuran tebing dan aliran sungai kini mulai dipromosikan di wilayah Klungkung, Kecamatan Sukorambi, serta Andongrejo di Kecamatan Tempurejo. Aktivitas itu ditujukan bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata yang lebih menantang.
Di sisi lain, wisata religi diperkirakan tetap menjadi magnet kunjungan selama libur Lebaran. Makam tokoh agama seperti Habib Sholeh dan Mbah Shiddiq selama ini menjadi tujuan ziarah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Jember juga menawarkan wisata edukasi berbasis komoditas perkebunan. Salah satunya melalui kunjungan ke Bin Cigar, tempat wisatawan dapat melihat secara langsung proses produksi cerutu khas Jember. Paket kunjungan tersebut ditawarkan sekitar Rp 100 ribu per orang dengan minimal rombongan sepuluh peserta.
Destinasi edukasi lainnya adalah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Lembaga yang berdiri sejak masa kolonial itu dikenal sebagai pusat pengembangan varietas kopi dan kakao di Indonesia. Pengunjung dapat melihat berbagai produk turunan kakao, termasuk produk olahan seperti sabun berbahan dasar cokelat.
Di kawasan perkotaan, Jember Mini Zoo menjadi alternatif wisata keluarga. Kebun binatang mini itu menampilkan berbagai jenis satwa serta dilengkapi sejumlah wahana permainan bagi anak-anak.
Sementara itu, kawasan pantai selatan seperti Watu Ulo dan Papuma diperkirakan menjadi titik keramaian utama selama libur Lebaran. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha mikro di kawasan tersebut menyiapkan paket kuliner seafood dengan harga yang ditetapkan secara terbuka. Harga paket makanan perorangan mulai sekitar Rp 40 ribu, sedangkan paket untuk empat orang berkisar Rp 180 ribu.
Menurut Bobby, penetapan harga itu dilakukan untuk memberikan kepastian kepada wisatawan sekaligus mencegah praktik tarif tidak wajar yang kerap menjadi keluhan di kawasan wisata pantai.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik wisata. Petugas dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan disiagakan selama masa libur Lebaran.
“Yang terpenting wisatawan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan agar kunjungan berjalan aman dan nyaman,” ujar Bobby. (SPT)














