MAKLUMAT — SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik menjadi salah satu dari hanya 223 sekolah di jenjang menengah atas se-Indonesia, yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026.
Kepala Smamio GKB Gresik, Ulyatun Nikmah MPd, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Smamio sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam dan KKA. Hal itu, kata dia, semakin menegaskan arah pengembangan Smamio untuk terus memperkuat peran sebagai pusat inovasi.
Menurutnya, penetapan tersebut juga menjadi momentum penting bagi Smamio dalam memperkuat berbagai program strategis pendidikan sekaligus mendukung visi sekolah untuk menjadi sekolah Islami yang unggul, kreatif, dan berdaya saing global.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Smamio. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus memberikan layans pendidikan yang lebih baik. Amanah yang diberikan ini sekaligus merupakan pengakuan atas komitmen seluruh warga sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Maklumat.id, Selasa (17/3/2026).
Lewati Berbagai Tahapan dan Indikator
Ulyatun menjelaskan, capaian dan kepercayaan yang didapatkan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan Smamio, termasuk dukungan para orang tua atau wali murid.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama para guru, tenaga kependidikan, serta dukungan wali siswa dan Persyarikatan Muhammadiyah yang senantiasa memberikan support dalam pengembangan pendidikan di sekolah” kata dia.
Ia menyebut, berbagai proses dan tahapan disiapkan secara matang serta berhasil dilalui, hingga akhirnya Smamio GKB Gresik ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam dan KKA, yang menjadikannya sekolah rujukan dan inovasi akademik.
Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Nomor 0010 Tahun 2026 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasar Artifisial, sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi sekaligus mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam di berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Ulyatun, penetapan tersebut didasarkan pada penilaian terhadap berbagai indikator penting. Di antaranya seperti keaktifan sekolah dalam berbagai program pelatihan, kompetensi tenaga pengajar, capaian rapor pendidikan pada indikator prioritas, hasil literasi dan numerasi siswa, akreditasi sekolah yang telah meraih nilai A, serta implementasi program Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam proses pembelajaran.
Selain itu, penilaian juga didukung oleh terciptanya budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah, suasana pembelajaran yang nyaman, serta ketersediaan fasilitas pendidikan yang mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal.
Penguatan Inovasi Pembelajaran yang Adaptif
Lebih lanjut, Ulyatun menandaskan bahwa ke depan Smamio akan memperkuat perannya sebagai pusat inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sekolah berkomitmen menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang menjadi kebutuhan penting di era global,” katanya.
Selain itu, penguatan profesionalisme guru akan terus dilakukan melalui kolaborasi dalam komunitas akademik. “Melalui forum ini, para guru didorong untuk terus belajar, berbagi praktik baik, melakukan refleksi pembelajaran, serta mengembangkan inovasi metode mengajar yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa,” jelasnya.
Tak cuma itu, Ulyatun juga menegaskan bahwa Smamio akan memperkuat integrasi teknologi dalam pembelajaran, termasuk pengembangan koding dan kecerdasan artifisial.
“Program ini diharapkan mampu membekali siswa dengan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, menciptakan, dan memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Kendati demikian, sebagai sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Smamio tetap menempatkan penguatan karakter dan nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Pembelajaran, lanjut Ulyatun, diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, spiritualitas yang kuat, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan berbagai penguatan tersebut, Smamio menyiapkan diri dan menatap mantap sebagai sekolah rujukan dan inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya, khususnya dalam pengembangan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial.
“Langkah ini diharapkan mampu membawa Smamio semakin dekat dengan visinya sebagai sekolah Islami yang unggul, kreatif, dan berdaya saing global serta melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Ulyatun.
Sebelumnya, diketahui pemerintah telah menunjuk ratusan satuan pendidikan dari berbagai jenjang se-Indonesia untuk menjadi sekolah model dalam penerapan pembelajaran mendalam serta penguatan literasi teknologi melalui koding dan kecerdasan artifisial. Secara nasional, Kemendikdasmen menetapkan sebanyak 95 satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini, 321 sekolah dasar, 203 sekolah menengah pertama, serta 223 sekolah untuk jenjang menengah atas, yang tersebar di berbagai provinsi se-Indonesia.
Sekolah-sekolah yang telah dipilih tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan konsep pembelajaran mendalam, koding, serta kecerdasan artifisial ke dalam kurikulum dan kegiatan belajar di kelas. Selain itu, para guru juga didorong untuk terus mengembangkan kompetensi melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, termasuk melalui kelompok belajar serta kegiatan kolaboratif antarguru.













