Uruguay Siap Kirim Susu, Dukung Program Makan Bergizi Muhammadiyah

Muhammadiyah Uruguay

MAKLUMAT — Muhammadiyah dan Uruguay membuka peluang kerja sama pengadaan susu guna memperkuat program gizi nasional dan ketahanan pangan Indonesia. Hal itu terungkap seusai  Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (4/4).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Kunjungan tersebut disambut Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, didampingi Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah, M. Nurul Yamin. Ini merupakan kunjungan kedua Cristina setelah sebelumnya bertemu di kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada 1 Juli 2025.

Peluang Pasokan Susu untuk Program Gizi

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama penyediaan produk susu dari Uruguay. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu produsen dairy unggulan dunia. Pasokan susu ini diproyeksikan untuk mendukung program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM), yang juga menjadi bagian dari upaya bersama dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi nasional.

Hilman menyatakan kerja sama ini penting untuk membangun ekosistem program yang tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga dukungan mitra global yang efisien. “Banyak hal telah kami persiapkan. Dalam mendukung program strategis ini, kami membutuhkan mitra yang kuat sekaligus efektif. Legalisasi ekspor produk dairy dari Uruguay ke Indonesia juga telah disepakati,” ujar Hilman.

Baca Juga  Khotbah Bachtiar Guncang Taiwan: Pulanglah, Bangun Negerimu!

Ia menambahkan, meski masih ada tantangan ke depan, Muhammadiyah optimistis kolaborasi ini dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.

Komitmen Uruguay Dukung Gizi Indonesia

Cristina Gonzales menegaskan kesiapan Uruguay untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat Indonesia melalui produk susu berkualitas. “Uruguay memiliki kapasitas besar dalam produksi peternakan, khususnya susu. Kami terbuka untuk berkolaborasi, termasuk dalam program makan bergizi gratis,” katanya.

Menurutnya, kerja sama ini berpotensi memberi manfaat nyata bagi kedua negara. Saat ini, Muhammadiyah telah mengembangkan 187 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan total penerima manfaat mencapai 379.966 orang. Dengan cakupan yang terus berkembang, kebutuhan pasokan pangan bergizi—termasuk susu—menjadi semakin krusial.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Kerja sama tersebut juga menjadi contoh konkret kemitraan global dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.