MAKLUMAT — Dr. Sholahuddin Al Fatih, M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menembus daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia bidang Ilmu Sosial versi measuresHE. Ia menempati peringkat ke-91, sejajar dengan peneliti dari kampus-kampus top dunia seperti University of Oxford (Inggris) dan Deakin University (Australia).
Capaian ini tidak hanya menegaskan produktivitas, tetapi juga kedalaman dan dampak nyata riset yang ia hasilkan.
Dinilai dari Kedalaman dan Dampak Riset
Berbeda dengan pemeringkatan institusi, measuresHE menilai individu peneliti secara objektif tanpa skema berbayar. Sistem ini menggunakan tiga indikator utama, yakni Research Gravitas, Olympic Mean, dan Interaction Credit.
Ketiga indikator tersebut mengukur kedalaman intelektual, konsistensi kualitas karya, serta kekuatan kolaborasi akademik. Seluruh data diambil dari profil terverifikasi seperti Scopus dan Web of Science.Fatih mengapresiasi sistem tersebut karena mengutamakan substansi dibanding reputasi institusi.
“Pengakuan ini memvalidasi upaya mengejar riset yang berdampak, bukan sekadar jumlah publikasi. Saya berada di peringkat ke-91,” ujar Fatih dikutip Ahad (12/4/2026).
Konsisten Angkat Isu Nyata Masyarakat
Fatih membangun reputasi akademiknya melalui riset yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu karya pentingnya lahir pada 2021, saat ia mengkaji ekspresi masyarakat di media sosial dan implikasi hukumnya. Ia menunjukkan bagaimana ruang digital dapat memicu dampak nyata, mulai dari tekanan psikologis hingga konsekuensi hukum.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa hukum harus hadir secara praktis dan aplikatif, tidak berhenti pada tataran teori. Sepanjang kariernya, Fatih telah menulis sekitar 60 artikel terindeks Scopus, lima artikel di Web of Science Core Collection, serta ratusan karya di Google Scholar.
Ia konsisten mengangkat isu teknologi, media sosial, dan dinamika hukum di tengah disrupsi zaman. “Kami harus menjembatani hukum agar lebih aplikatif, tidak hanya konsep, tetapi juga implementatif di masyarakat,” jelasnya.
Dukungan UMM dan Pesan untuk Peneliti Muda
Keberhasilan ini juga ditopang ekosistem riset di UMM. Kampus menyediakan akses jurnal internasional, fasilitas internet, serta insentif publikasi bagi dosen. Fatih berharap capaian ini dapat mengangkat nama UMM di kancah global sekaligus memotivasi peneliti muda.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menulis dan merawat ide setiap hari.
“Mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju. Riset harus memberi dampak nyata,” tegasnya.














