Bursa Kandidat Sekda Kota Batu: Figur-figur Muda Potensial hingga Sosok-sosok dari Luar Daerah

Pemerintah Kota Batu. (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Bursa Seleksi Terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Tahun 2026 memasuki fase semakin panas dan dinamis menjelang penutupan pendaftaran. Proses ini tidak hanya ramai diperbincangkan kalangan birokrat lokal, tetapi juga menarik perhatian pejabat dari luar daerah yang mulai mendaftarkan diri untuk posisi strategis tersebut.

Dari total pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, tercatat setidaknya 14 kepala dinas saat ini, secara administratif memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Sekda. Hal ini menunjukkan peluang internal tetap terbuka lebar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi, menegaskan bahwa seleksi ini memiliki aturan ketat, khususnya terkait batas usia. Kandidat tidak diperbolehkan berusia lebih dari 58 tahun saat pelantikan.

“Batas usia sudah diatur, mereka yang saat ini berusia 58 tahun saat mendaftar pun tidak diperbolehkan, karena hitungannya adalah usia saat pelantikan nanti,” tegasnya belum lama ini, dikutip dari Times Indonesia.

Selain itu, syarat lain yang harus dipenuhi oleh kandidat adalah pengalaman minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setara eselon II B.

Proses seleksi ini mencakup beberapa tahap, mulai dari seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, assessment center, uji gagasan hingga wawancara serta tes kesehatan. Panitia Seleksi menargetkan hasil akhir seleksi rampung pada 5 Juni 2026, dengan tujuan menghasilkan Sekda definitif yang kompeten dan mampu mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Batu Apresiasi Bantuan Revitalisasi Pendidikan Rp1,7 Miliar

“Hasil akhir seleksi rencananya akan diumumkan pada 5 Juni 2026 dan menjadi dasar bagi Wali Kota Batu dalam menetapkan Sekda definitif yang baru,” terang Santi.

Aturan batas usia tersebut otomatis menggugurkan sejumlah pejabat senior di lingkungan Pemkot Batu. Sebab itu, bursa kandidat Sekda Kota Batu diprediksi mengerucut pada sosok-sosok yang lebih muda, namun telah memiliki pengalaman memimpin dinas strategis.

Sejumlah figur yang namanya mulai mencuat sebagai kandidat kuat yang potensial dari internal Pemkot Batu, seperti Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PUPR, Alfi Nurhidayat. Selain itu sosok lain juga mencuat, seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dyah Lies Tina, serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aditya Prasaja.

Namun menariknya, dinamika juga menunjukkan respons dari birokrat internal yang dinilai cenderung lambat. Hingga Jumat (17/4/2026), setidaknya tujuh pejabat dari luar daerah justru telah login ke sistem pendaftaran seleksi terbuka, dengan asal dari berbagai wilayah seperti Gresik hingga Papua.

“Ada yang dari Gresik, Papua. Kalau enggak salah sudah tujuh,” kata Wali Kota Batu, Nurochman, sebagaimana dikutip dari JatimTimes.

Baca Juga  Figur-figur Muda Mencuat di Persaingan Seleksi Sekda Kota Batu 2026

Munculnya pendaftar dari luar daerah ini juga memicu sorotan, pasalnya belum terlihat nama signifikan dari ASN internal Pemkot Batu dalam daftar pelamar. Meskipun sejumlah figur yang sebelumnya digadang-gadang menjadi kandidat potensial.

Menurut Nurochman, fenomena ini bukan karena ketidakmampuan pejabat lokal, melainkan lebih karena budaya birokrasi yang cenderung berhati-hati dan memilih menunggu hingga batas akhir pendaftaran.

“Kalau internal itu biasa, mungkin masih nunggu. Itu soal kebiasaan saja di lingkungan saja,” ujarnya, dikutip dari MalangTimes.

Nurochman secara terbuka mendorong pejabat internal untuk aktif menunjukkan kemampuan. Dalam beberapa kesempatan, ia menegaskan bahwa ASN internal memiliki nilai tambah tersendiri lantaran lebih memahami dinamika birokrasi dan karakter wilayah setempat.

“Jangan ada keraguan. Justru ini adalah panggung bagi pejabat internal untuk menunjukkan kualitas terbaiknya,” katanya, sambil menyatakan peluang tetap terbuka lebar bila pejabat internal mampu membuktikan kapasitas dan kompetensi di hadapan panitia seleksi yang profesional dan objektif.

Menurut Nurochman, keterlibatan unsur eksternal seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam panitia seleksi, merupakan jaminan bahwa seluruh tahapan akan berjalan secara adil dan profesional.

Ia berharap para pejabat internal tidak merasa rendah diri atau minder dalam persaingan seleksi yang disebutnya bersifat inklusif.

Baca Juga  6 Kandidat Sekda Kota Batu Jalani Uji Kompetensi di BKD Jatim, Begini Prosesnya!

Selain dorongan partisipasi internal, Nurochman sebelumnya juga telah menetapkan “standar kapasitas dan kompetensi” yang tinggi terhadap sosok Sekda definitif pilihan Pemkot Batu.

Menurutnya, calon Sekda harus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, kemampuan manajerial mumpuni, dan mampu menerjemahkan serta mengimplementasikan visi misi “Mbatu Sae” secara utuh dalam kebijakan dan kerja birokrasi daerah.

“Sekda harus mampu mengintegrasikan perbedaan pemikiran…, dan mampu menerjemahkan dan merealisasikan visi-misi Mbatu Sae,” ujar Nurochman menegaskan standar yang dibutuhkan.

Proses pendaftaran dan seleksi yang semakin mendekati batas akhir serta beragam dinamika yang muncul, bursa Sekda Kota Batu diprediksi akan menciptakan kompetisi yang semakin kompetitif antara pejabat internal dan pelamar eksternal. Kesempatan untuk tampil dan bersaing masih terbuka bagi semua pihak yang memenuhi syarat, baik dari dalam maupun luar Kota Batu.