MAKLUMAT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para murid di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, membiasakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai fondasi membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan Pagi Ceria bersama ratusan murid SD Inpres Noelbaki, Selasa (5/5). Di bawah langit cerah Kabupaten Kupang, kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) sebagai implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
“Kalian semua adalah harapan masa depan Indonesia. Sembilan belas tahun mendatang kalian harus menjadi generasi Indonesia yang hebat. Untuk itu, lakukanlah 7 KAIH dalam setiap harimu dan kegiatanmu,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai iman, menghormati orang tua dan guru, belajar sungguh-sungguh, hidup rukun dengan sesama, serta mencintai tanah air.
“Beriman dan bertakwalah kepada Tuhan, hormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, rukun sama teman, dan cintai tanah air Indonesia. Lakukan lima hal tersebut agar kelak kalian menjadi generasi Indonesia yang hebat,” katanya, mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Ikrar Pelajar Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma dan Wakil Bupati Kabupaten Kupang Yosef Lede.
Yosef menilai kehadiran Mendikdasmen menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerah, khususnya bagi guru dan murid di Kabupaten Kupang. Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai program pendidikan yang telah digulirkan pemerintah.
Revitalisasi Sekolah Rp3,8 Miliar
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Inpres Noelbaki, Armada M Anin, mengungkapkan sekolahnya menerima bantuan revitalisasi lebih dari Rp3,8 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan 9 ruang kelas baru, 1 ruang administrasi, toilet, rumah dinas guru, rehabilitasi perpustakaan, rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi toilet, serta penataan lingkungan sekolah.
Selain revitalisasi fisik, sekolah juga menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP), Pojok Baca, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Semoga seluruh bantuan ini menjadi motivasi dan semangat bagi warga sekolah untuk memberikan layanan pendidikan yang baik dan bermutu, khususnya di Kabupaten Kupang,” ujar Armada.
Kegiatan Pagi Ceria ditutup dengan penandatanganan prasasti penerima revitalisasi 2026 dan penyerahan bantuan buku bacaan literasi untuk pojok baca.
Abdul Mu’ti berharap sekolah-sekolah penerima bantuan dapat tumbuh menjadi lingkungan belajar yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sehingga melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.













