Rizam Arzaqi dan Cerita Pengabdian di Balik Papan Catur

Catur UMSURA

MAKLUMAT — Muhammad Rizam Arzaqi Robby masih mengingat awal perjalanannya mengenal olahraga catur. Saat duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI), sekolahnya mengikuti Pekan Olahraga dan Seni tingkat kecamatan.

Ketika itu belum ada siswa yang bersedia menjadi peserta cabang olahraga catur. Guru olahraga kemudian menunjuk dirinya untuk mewakili sekolah meski ia belum memahami permainan tersebut.

“Setiap jam istirahat saya diajari guru olahraga tentang dasar-dasar catur. Di rumah, orang tua juga ikut mendukung saya untuk belajar,” cerita Rizam, sapaan akrabnya ketika ditemui wartawan Maklumat.id pada Kamis (21/5/2026).

Ketika mengikuti perlombaan pertamanya, Rizam harus menerima kekalahan dan tersingkir lebih awal setelah berhadapan dengan peserta yang beberapa kali menjadi juara catur tingkat kecamatan. Kekalahan itu sempat membuatnya kecewa dan sedih.

Namun, pengalaman tersebut justru memunculkan tekad dalam dirinya untuk berlatih lebih keras. Usahanya kemudian mulai membuahkan hasil saat ia duduk di kelas 5 dan 6 MI. Pada masa itu, ia berhasil meraih juara 2 dan juara 1 lomba catur tingkat Kabupaten Jombang.

Ketertarikan Rizam terhadap catur pun terus tumbuh. Ia terus menekuni permainan tersebut hingga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan pertandingan. Pengalaman yang ia dapat selama menjadi atlet kemudian mendorongnya untuk mulai terjun ke dunia kepelatihan.

Terjun Melatih Tanpa Pamrih

Pada 2022, Rizam mulai melatih catur bersama Klub Pion Mas Jombang. Ia ingin menghadirkan pembinaan bagi anak-anak di Kecamatan Kesamben agar memiliki kesempatan berkembang melalui olahraga catur. Menurutnya, selama ini belum ada wadah yang benar-benar fokus membina atlet catur usia sekolah di wilayah tersebut.

Baca Juga  Membangun Karakter Anak Tak Cukup Hanya di Ruang Kelas

“Saya ingin adik-adik di kecamatan saya punya kesempatan berkembang lewat catur. Saya berharap mereka bisa meraih prestasi sampai tingkat nasional,” katanya.

Rizam melatih anak-anak dari berbagai sekolah tanpa meminta bayaran. Ia mendatangi sekolah-sekolah dan membangun latihan rutin agar para siswa memiliki ruang untuk berkembang. Pada awal 2022, ia hanya melatih satu sekolah. Dalam kurun empat tahun, jumlah sekolah binaannya bertambah menjadi sekitar sembilan sekolah mulai tingkat SD hingga SMA di wilayah Jombang.

Selama menjadi pelatih, ia ikut mendampingi para siswa dalam berbagai kejuaraan catur. Ia bersyukur sejumlah atlet binaannya mampu meraih prestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi. Baginya, capaian tersebut menjadi tanda bahwa pembinaan catur di tingkat kecamatan mulai berkembang.

“Ilmu yang saya berikan semoga tidak berhenti di mereka saja. Saya berharap nanti mereka juga bisa mengajarkan lagi ke adik-adik di sekolahnya,” ujarnya.

Kesibukan Rizam di dunia catur tidak berhenti di ruang latihan. Ia bersama komunitas catur di desanya pernah menggelar turnamen catur tingkat Kecamatan Kesamben, Jombang. Lebih dari 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut mulai kategori junior hingga senior. Dalam kegiatan itu, Rizam dipercaya menjadi ketua pelaksana.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali atmosfer olahraga catur di tingkat kecamatan. Ia melihat antusiasme masyarakat terhadap catur mulai tumbuh. Dukungan orang tua juga terus mengalir selama proses pembinaan berjalan.

Baca Juga  Membangun Karakter Anak Tak Cukup Hanya di Ruang Kelas

“Banyak orang tua menyampaikan kalau anak-anak mereka jadi lebih fokus belajar setelah ikut latihan catur. Mereka juga mulai mengurangi kebiasaan bermain gim di ponsel,” jelasnya.

Rizam menilai olahraga catur memberi dampak positif terhadap perkembangan anak. Dari hasil komunikasi yang sering ia lakukan dengan wali murid, beberapa siswa menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir dan konsentrasi belajar. Sebagian siswa bahkan mampu berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Salah Satu Founder UKM Catur UMSURA

Di tengah kesibukannya melatih catur, Rizam juga aktif berorganisasi di kampus tempatnya menimba ilmu. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).

Ia mengikuti sejumlah organisasi kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ayurveda, BEM Fakultas, BEM Universitas, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Ketertarikannya pada dunia organisasi kemudian membawanya mendirikan UKM Catur di UMSURA pada 2024.

“Keberadaan UKM Catur UMSURA mendapatkan respons yang sangat positif dari pembina kami, yaitu Bapak Dr Yarno. Beliau menyambut baik dan memberikan apresiasi atas lahirnya UKM Catur di lingkungan UMSURA,” ceritanya.

Saat itu belum ada wadah resmi bagi mahasiswa yang memiliki minat pada olahraga catur. Rizam lalu mengumpulkan sejumlah mahasiswa yang memiliki ketertarikan serupa. Bersama empat rekannya, ia membentuk komunitas yang kemudian berkembang menjadi UKM Catur UMSURA. Dalam organisasi tersebut, ia dipercaya menjadi ketua pertama.

Baca Juga  Membangun Karakter Anak Tak Cukup Hanya di Ruang Kelas

“Kami mulai dari komunitas kecil. Setelah itu kami rekrut anggota lewat UKM Expo dan mulai latihan rutin setiap minggu,” ujarnya.

Sejak berdiri, UKM Catur UMSURA aktif mengikuti berbagai kegiatan sparing antarkampus di Surabaya maupun daerah lain. Mereka juga mengikuti sejumlah kejuaraan tingkat Jawa Timur hingga nasional. Salah satu pencapaian yang mereka raih adalah masuk jajaran 10 besar dalam Kejuaraan Catur Nasional yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 2025.

UKM Catur UMSURA juga pernah meraih juara 2 dan juara 3 dalam kegiatan sparing catur yang digelar Universitas Airlangga dan diikuti UKM catur se-Surabaya. Pada Desember 2025 silam, UKM Catur UMSURA menjadi tuan rumah kegiatan meet and greet serta sparing catur antaruniversitas di UMSURA.

Kegiatan itu mempertemukan mahasiswa pecinta catur dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Menurut Rizam, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana meningkatkan kemampuan bermain catur melalui pertandingan persahabatan.

“Ke depan saya berharap anak-anak di Kecamatan Kesamben dan mahasiswa di UMSURA punya wadah yang jelas untuk berkembang lewat catur. Saya juga berharap Percasi Jombang bisa ikut mendukung pembinaan atlet supaya prestasi catur di Jombang semakin berkembang,” harapnya.