MAKLUMAT —Jatim Historical Leadership Program akan berlangsung pada Sabtu-Ahad, 4–5 Juli 2026 mendatang. Ada sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan bagi calon peserta yang berminat mendaftar pada program ini.
Ketua Panitia Jatim Historical Leadership Program, Teguh Imami mengatakan bahwa setiap calon peserta dapat terlebih dahulu mempelajari Terms of Reference (ToR) yang sudah disediakan sebelum melakukan pendaftaran.
“Jatim Historical Leadership Program bukan sekadar pelatihan menulis biasa. Kegiatan inti yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 hanyalah salah satu bagian dari rangkaian program yang disusun secara berkelanjutan,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Ahad (25/5/2026).
Jatim Historical Leadership Program kali ini mengusung tema Menulis Tokoh Muhammadiyah Jawa Timur. Program ini adalah hasil kolaborasi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) serta Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PWM Jatim.
Bukan Sekadar Pelatihan Menulis Sejarah
Teguh menjelaskan bahwa salah satu luaran utama program ini adalah sebuah buku yang memuat sejarah tokoh Muhammadiyah lokal di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Oleh karena itu, para peserta nantinya akan terlibat dalam proses penulisan buku ini setelah mengikuti pelatihan.
“Akan ada dua tokoh yang ditulis dari setiap kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya penguatan dokumentasi sejarah yang selama ini masih tersebar dan belum terdokumentasi secara sistematis,” ujarnya.
Program ini terbuka bagi seluruh kalangan. Mulai dari pegiat literasi, akademisi, guru, jurnalis, hingga warga Muhammadiyah yang berasal dan berdomisili di Jatim serta memiliki minat terhadap penulisan sejarah tokoh Persyarikatan di daerahnya masing-masing.
Kendati demikian, nantinya hanya akan dipilih masing-masing dua orang peserta dari setiap 38 kabupaten/kota se-Jatim. Sehingga total peserta yang mengikuti agenda ini berjumlah 76 orang.
“Tentunya, para peserta akan diseleksi berdasarkan kapasitas dan kesanggupan untuk mengikuti program ini hingga selesai. Kami perlu mereka yang dapat konsisten mengikuti pelatihan hingga terlibat dalam penulisan buku,” ujarnya.
Meskipun nantinya hanya akan dipilih dua peserta dari setiap kabupaten/kota, Teguh mendorong calon peserta yang berminat agar tetap mencoba mendaftar. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada peserta yang berhalangan mengikuti program, sehingga posisi tersebut dapat diisi oleh pendaftar lainnya.
Menjadi Aktor Penggerak Literasi di Daerah
Teguh menjelaskan bahwa puncak dari program ini adalah peluncuran buku yang akan berlangsung pada November 2026, bertepatan dengan rangkaian Milad Muhammadiyah ke-114 yang diselenggarakan oleh PWM Jatim.
“Setelah program ini, nantinya para peserta juga akan ikut mengambil peran dalam penulisan sejarah lokal di daerahnya. Ke depan, para peserta akan diarahkan menjadi aktor penggerak penulisan sejarah Muhammadiyah di daerah masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, Jatim Historical Leadership Program dirancang sebagai program berkelanjutan untuk membentuk jaringan kader yang mampu memimpin sekaligus mengembangkan penulisan sejarah Muhammadiyah di berbagai wilayah di Jatim.
“Dengan semakin banyaknya orang yang terlibat dalam kerja dokumentasi sejarah, tradisi literasi dan kesadaran terhadap pentingnya sejarah di lingkungan Muhammadiyah Jatim diharapkan dapat tumbuh lebih kuat,” paparnya.
Adapun dalam rangka mengasah kemampuan menulis para peserta, panitia akan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka diharapkan dapat memperkaya wawasan dan perspektif peserta dalam proses penulisan sejarah tokoh Muhammadiyah di Jatim.
Narasumber-narasumber di dalam kegiatan ini adalah Wakil Ketua PWM Jatim, Dr Moh Sulthon Amin, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Airlangga, Prof Sarkawi dan Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof Purnawan Basundoro.
Selain itu, selama proses pelatihan dan penulisan nanti, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan penuh dari fasilitator yang berasal dari unsur MPKSDI dan MPID PWM Jatim. “Peserta tentu tidak berjalan sendiri dalam prosesnya,” ujar Teguh.
Alur Pelaksanaan Program
Pelaksanaan Jatim Historical Leadership Program dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, dimulai dari proses pendaftaran, seleksi peserta, pelaksanaan kegiatan utama, hingga pendampingan penulisan dan penerbitan karya. Adapun alur pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut:
Pendaftaran Peserta : 20–31 Mei 2026
Seleksi Administrasi : 7–14 Juni 2026
Pengumuman Seleksi Administrasi : 20 Juni 2026
Seleksi Wawancara : 21–23 Juni 2026
Pengumuman Seleksi Wawancara : 24 Juni 2026
Pra-Kegiatan : 27 Juni 2026
Pelaksanaan Kegiatan : 4–5 Juli 2026
Follow Up dan Pendampingan : 6 Juli–6 Agustus 2026
Soft Launching, FGD, dan Apresiasi : 5 September 2026
Peluncuran Resmi Buku : November 2026
Bagi para calon peserta yang berminat mengikuti Jatim Historical Leadership Program, dapat terlebih dahulu membaca ToR yang dapat diunduh melalui tautan berikut. Selanjutnya, para calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut.














