Jemaah Haji Delay Berjam-jam, DPR Minta Evaluasi Pemulangan dan Overbagasi

Jemaah haji delay

MAKLUMAT – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, meminta pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi. Keterlambatan penerbangan hingga persoalan overbagasi dinilai menjadi kendala utama yang perlu segera dibenahi.

Atalia mengungkapkan, proses pemulangan jemaah haji saat ini masih berlangsung secara bertahap. Berdasarkan data yang diterimanya, sebanyak 120 kloter dari total 525 kloter telah kembali ke Tanah Air hingga awal pekan ini.

“Kita bersyukur perlahan-lahan para jemaah haji sudah kembali ke Indonesia. Menurut data yang saya dapat, dari 525 kloter, sampai hari Senin kemarin sekitar 120 kloter sudah mulai kembali ke Indonesia,” ujar Atalia dikutip dari laman emedia DPR RI, Kamis (12/6/2026).

Meski demikian, ia mencatat masih banyak jemaah yang harus menghadapi keterlambatan penerbangan selama proses kepulangan. Menurutnya, delay pesawat yang berlangsung hingga berjam-jam membuat kondisi fisik jemaah semakin lelah setelah menjalani rangkaian ibadah haji.

“Hal yang menjadi kendala selama ini adalah terkait delay pesawat. Kita tahu beberapa penerbangan mengalami keterlambatan berjam-jam sehingga membuat jemaah merasa lelah. Namun kita juga memahami bahwa biasanya hal ini terjadi akibat kendala teknis,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Baca Juga  Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Haji Furoda, Dosen Umsida: Pahami Skema Haji

Selain keterlambatan penerbangan, Atalia juga menyoroti persoalan kelebihan bagasi yang kerap terjadi. Banyak jemaah membawa oleh-oleh dalam jumlah besar, terutama air zamzam, sehingga menyebabkan koper melebihi batas berat yang ditentukan maskapai.

“Yang paling berat kaitannya dengan air zamzam. Banyak jemaah merasa air zamzam adalah oleh-oleh yang paling berharga, sehingga mereka mencoba memasukkannya ke dalam koper bagasi. Akibatnya koper menjadi overweight dan harus dibuka kembali saat pemeriksaan,” katanya.

Menurut Atalia, kondisi tersebut tidak hanya memperlambat proses keberangkatan pulang, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi jemaah karena barang bawaan harus diperiksa ulang.

Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat sosialisasi mengenai aturan barang bawaan yang diperbolehkan maupun dilarang masuk ke bagasi pesawat. Informasi tersebut dinilai harus disampaikan lebih masif sejak sebelum keberangkatan hingga menjelang kepulangan jemaah.

“Ke depan informasi terkait apa yang boleh dan tidak boleh dibawa harus lebih disebarluaskan oleh para petugas. Dengan begitu jemaah bisa lebih memahami aturan dan proses kepulangan bisa berjalan lebih lancar,” tegasnya.

Irjen Kemenhaj Pulang terakhir

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, mengingatkan seluruh petugas haji Indonesia agar tetap menjaga fokus dan memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh jemaah tiba kembali di Indonesia.

Baca Juga  Sambut Musim Haji 2026, Wamenhaj Gaungkan Kesiapan Fisik Lewat SAI Walk and Run di Semarang

Menurut Dendi, berakhirnya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) bukan berarti tugas pelayanan telah selesai. Petugas masih memiliki tanggung jawab besar memastikan proses pemulangan berjalan aman dan lancar.

“Tugas belum berakhir. Ukurannya itu nanti jemaah terakhir bisa kembali ke rumahnya dengan aman,” tegas Dendi usai memimpin apel pagi petugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu (10/6/2026).

Dendi menambahkan, apel rutin petugas menjadi sarana penting untuk konsolidasi dan menjaga soliditas di tengah kompleksitas layanan haji. Ia juga meminta seluruh petugas bersikap terbuka terhadap berbagai kritik maupun masukan dari masyarakat.

“Kalau ada yang memuji, ada yang kemudian komplain, itu kita terima aja dengan sabar. Kita terima dengan hati yang terbuka untuk kita sempurnakan ke depan,” tambahnya.

Ia berharap seluruh petugas tetap istiqamah menjalankan tugas hingga proses pemulangan kloter terakhir selesai dilakukan.

“Kita penyelenggara negara di bidang haji. Jadi teman-teman semua tetap istiqamah. Mudah-mudahan semua lancar, diamankan, dan jemaah kita merasa puas dalam melaksanakan haji,” pungkasnya.***