Siswa Sekolah Muhammadiyah Tembus 1,07 Juta, Ini Faktor yang Membuat Masyarakat Kian Percaya

Sekolah Muhammadiyah

MAKLUMAT – Jumlah siswa Sekolah Muhammadiyah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, total peserta didik di sekolah dan madrasah Muhammadiyah-‘Aisyiyah telah mencapai sekitar 1,07 juta siswa, meningkat hampir dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, mengatakan peningkatan tersebut menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Muhammadiyah.

“Pada Tahun 2025-2026 kemarin mengalami kenaikan hampir 2 persen, sehingga total jumlah murid kita ada 1.070.000. Insyaallah tahun ini juga mengalami peningkatan berdasarkan laporan wilayah yang masuk kepada kami,” ujar Didik dalam agenda live streaming Ketum PP Muhammadiyah Menyapa bertajuk Gembira, Berkarya, Selasa (14/7).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama kepala sekolah, guru, pengelola sekolah, serta seluruh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah yang terus melakukan pembinaan dan penguatan mutu pendidikan di berbagai daerah.

Tren Siswa Sekolah Muhammadiyah Meningkat di Berbagai Daerah

Didik mengungkapkan, peningkatan siswa Sekolah Muhammadiyah tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Daerah seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Timur, Depok, Lampung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebelumnya mengalami penurunan kini kembali mencatat pertumbuhan jumlah peserta didik.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama Media, Smamda Sidoarjo Jalin Sinergi Erat dengan Insan Pers

Tren serupa juga terlihat di Jawa Tengah, Kotawaringin Timur, Malang, hingga Jambi. Bahkan, terdapat wilayah yang pada 2023 hanya memiliki sekitar 2.500 peserta didik, kini meningkat menjadi sekitar 6.500 siswa.

Sementara itu, beberapa daerah yang pada 2024 hanya memiliki sekitar 500 peserta didik kini mengalami kenaikan menjadi sekitar 626 siswa pada 2026.

“Jadi banyak sekali perkembangan yang sangat positif. Tentu ini tidak lepas dari teman-teman mantan kepala sekolah, mantan pengurus, dan juga kepala sekolah yang sudah berhasil membesarkan amal usahanya,” kata Didik.

Ia menambahkan, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah setiap tahun mengirimkan tim pendamping ke berbagai daerah untuk memperkuat pengelolaan sekolah dan madrasah.

“Kalau kita serius, komitmen, memiliki daya juang membesarkan pendidikan Muhammadiyah, insyaallah dengan upaya yang luar biasa semua bisa kita lakukan,” tegasnya.

Prestasi Akademik Siswa Sekolah Muhammadiyah Terus Meningkat

Selain bertambahnya jumlah peserta didik, Muhammadiyah juga mencatat peningkatan prestasi akademik.

Pada 2026, sebanyak 370 siswa Muhammadiyah berhasil lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten dan berhak melaju ke jenjang berikutnya.

Menurut Didik, pencapaian tersebut menunjukkan kualitas pendidikan Muhammadiyah semakin merata di berbagai wilayah Indonesia dan tidak lagi hanya didominasi sekolah-sekolah di Pulau Jawa.

Baca Juga  Daftar 14 Sekolah yang Mendapatkan Predikat Outstanding School dari PWM Jawa Timur

Untuk memperkuat daya saing di bidang sains, Muhammadiyah juga terus mengembangkan Program MIPA yang kini telah diterapkan di 102 sekolah Muhammadiyah.

Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu keunggulan dalam mencetak generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Muhammadiyah Perkuat Program Bilingual dan Internasionalisasi Pendidikan

Di bidang internasionalisasi, Muhammadiyah sejak 2025 telah mengembangkan Training Center Pusat Bahasa.

Pada 2026, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah juga akan menyelenggarakan bimbingan teknis Program MIPA Bilingual untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik melalui pembelajaran dwibahasa.

Didik berharap semakin banyak lulusan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri sekaligus menjadi bagian dari dakwah Muhammadiyah di tingkat global.

“Kami berupaya agar anak-anak lulusan sekolah Muhammadiyah dan MA Muhammadiyah bisa mengambil porsi anak-anak kita yang bisa berkuliah di luar negeri, sekaligus sebagai upaya dakwah kita untuk mensyiarkan ajaran pendidikan Muhammadiyah ke seluruh dunia,” ujarnya.

Ia optimistis Tahun Ajaran Baru 2026/2027 menjadi momentum memperkuat kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah sehingga semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing global.***

Baca Juga  Buka Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, SMK Muhammadiyah Aceh Cetak Lulusan Siap Kerja