ChatGPT Down Global, OpenAI Selidiki Gangguan pada ChatGPT, API, dan Codex

ChatGPT Down Global

MAKLUMAT — Layanan inti OpenAI mengalami gangguan secara global pada Sabtu (25/7/2026). Gangguan tersebut memengaruhi ChatGPT, API OpenAI, dan Codex, sehingga pengguna di berbagai negara kesulitan mengakses layanan, membuka riwayat percakapan, hingga menjalankan perintah (prompt).

Melalui halaman status resminya, OpenAI mengonfirmasi sedang menyelidiki peningkatan tingkat kesalahan (error rate) yang terjadi pada ketiga layanan tersebut. “Kami sedang menyelidiki masalah pada layanan yang terdampak,” tulis OpenAI seperti dilansir laman Unite AI, Ahad (27/7/2026).

Gangguan dilaporkan terjadi hampir bersamaan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, negara-negara di Eropa, India, Jepang, dan Australia.

Pengguna mengeluhkan tidak dapat memuat percakapan, gagal mengakses riwayat obrolan, hingga kesulitan menggunakan berbagai fitur ChatGPT. Keluhan serupa juga muncul dari pengembang yang mengandalkan API OpenAI untuk menjalankan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Data dari platform pemantau gangguan DownDetector menunjukkan lonjakan laporan mulai sekitar pukul 05.11 waktu Amerika Serikat bagian Timur (ET).

Sebagian besar laporan berkaitan dengan ChatGPT, disusul aplikasi seluler OpenAI dan Codex. Pola tersebut mengindikasikan gangguan terjadi pada infrastruktur bersama yang menjadi fondasi berbagai layanan OpenAI, bukan hanya pada satu produk.

Baca Juga  Patologi Peradaban

API dan Codex Ikut Terdampak

Selain ChatGPT, gangguan juga memengaruhi API OpenAI dan Codex yang banyak digunakan perusahaan maupun pengembang perangkat lunak.

API OpenAI menjadi tulang punggung ribuan aplikasi berbasis AI di seluruh dunia. Ketika layanan tersebut mengalami gangguan, berbagai produk yang mengintegrasikan model OpenAI ikut terdampak, mulai dari chatbot layanan pelanggan hingga agen AI yang digunakan perusahaan.

Sementara itu, Codex yang membantu proses pemrograman juga tidak dapat diakses secara normal sehingga menghambat alur kerja para pengembang.

Bagi perusahaan yang membangun layanan di atas API OpenAI, gangguan ini berpotensi menyebabkan fitur aplikasi berhenti berfungsi dan mengganggu komitmen layanan kepada pelanggan.

Belum Ada Penjelasan Penyebab Gangguan

OpenAI belum menjelaskan akar penyebab insiden tersebut.

Halaman status perusahaan sempat beberapa kali berubah antara menunjukkan kondisi normal dan adanya gangguan. Kondisi seperti itu lazim terjadi ketika masalah berada pada lapisan infrastruktur bersama, seperti sistem autentikasi, perutean jaringan, atau layanan pendukung lain yang digunakan oleh berbagai produk secara bersamaan.

Karena itu, meski sebagian layanan sempat terlihat aktif, pengguna masih melaporkan berbagai kendala saat mengakses ChatGPT maupun API.

Baca Juga  Alghorethicts: Etika untuk Otak Buatan di Era AI

Gangguan Berulang dalam Beberapa Hari

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah OpenAI menghadapi gangguan lain yang juga memengaruhi ChatGPT, API, dan Codex.

Riwayat status OpenAI menunjukkan dalam beberapa hari terakhir perusahaan beberapa kali mencatat peningkatan tingkat kesalahan pada layanannya sebelum akhirnya berhasil dipulihkan.

Selama tiga bulan terakhir, OpenAI mencatat tingkat ketersediaan (availability) ChatGPT sekitar 99,7 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan API yang berada di kisaran 99,9 persen.

Meski angka tersebut tergolong tinggi, gangguan yang terjadi secara berulang mulai menjadi perhatian perusahaan-perusahaan yang mengandalkan layanan OpenAI sebagai bagian dari operasional bisnis mereka.

Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi AI

Serangkaian gangguan mendorong banyak perusahaan mengevaluasi ketergantungan terhadap satu penyedia layanan AI.

Sejumlah organisasi mulai mempertimbangkan penggunaan beberapa penyedia (multi-provider) atau menjalankan model AI secara mandiri untuk mengurangi risiko apabila salah satu layanan mengalami gangguan.

Hingga kini, tim teknis OpenAI masih melakukan penanganan insiden. Perusahaan juga belum memastikan apakah akan merilis laporan pasca-insiden (postmortem report) yang menjelaskan penyebab dan langkah pencegahan agar gangguan serupa tidak terulang.***