Atiqah Hasiholan Pimpin Pasukan 1000 Janda Lawan Penjajah di Film Terbaru

MAKLUMAT – Sutradara Archie Hekagery bersama Manara Films merilis film laga sejarah Pasukan 1000 Janda. Film bergenre historical fantasy action ini mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee di tanah Aceh pada masa lampau.

Aktris Atiqah Hasiholan memimpin jajaran pemeran utama dengan memerankan sosok Laksamana Malahayati. Karakternya bertindak sebagai komandan pasukan Inong Balee, yaitu sekelompok perempuan Aceh yang kehilangan suami akibat pertempuran dan kemudian memilih bangkit untuk melawan ancaman pasukan penjajah Belanda.

Film ini menyajikan aksi pertempuran sinematik ber-skala besar yang berlangsung di daratan maupun di tengah lautan. Para prajurit perempuan Inong Balee digambarkan memadukan kemahiran ilmu bela diri dan persenjataan tradisional berupa rencong saat bertarung langsung melawan armada kapal perang Belanda yang dilengkapi dengan meriam.

Di balik kemegahan koreografi laga, Pasukan 1000 Janda juga mengeksplorasi sisi emosional serta dinamika batin seorang perempuan di tengah situasi konflik. Malahayati tidak hanya ditampilkan sebagai pemimpin perang yang tegas, melainkan juga sebagai perempuan yang harus mengambil keputusan sulit di tengah tekanan peperangan.

Atiqah Hasiholan mengungkapkan bahwa kompleksitas peran inilah yang menjadi daya tarik utama baginya.

“Malahayati bukan hanya seorang laksamana dan warrior, tetapi juga seorang perempuan, ibu, dan istri,” ujar Atiqah Hasiholan.

Aksi Atiqah Hasiholan dalam film ini didukung oleh deretan aktris yang memerankan anggota pasukan Inong Balee, di antaranya Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Tasha Siahaan yang berperan sebagai Dahlia bahkan menjalani persiapan khusus mulai dari latihan dialek Aceh, koreografi action, hingga pendalaman sejarah perjuangan perempuan.

Jajaran pemeran film ini juga semakin lengkap dengan hadirnya Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, serta aktor laga asal Belanda, Ron Smoorenburg. Kehadiran jajaran pemain tersebut memperkuat narasi tentang keberanian, pengorbanan, dan perjuangan bersama para perempuan Aceh.