MAKLUMAT – Tren olahraga di gym kini semakin diminati oleh wanita berhijab melalui pemilihan outfit yang tepat agar aktivitas fisik tetap nyaman tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat. Fenomena ini tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran muslimah urban akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, kesehatan jantung, kekuatan otot, hingga kesehatan mental di pusat kebugaran (gym).
Memilih pakaian olahraga untuk wanita berhijab kini tidak lagi harus berlapis-lapis atau terasa gerah. Industri fesyen olahraga telah menghadirkan berbagai inovasi busana yang memberikan keleluasaan bergerak sekaligus menjaga aurat dengan baik.
Untuk mendukung performa latihan di gym secara maksimal, muslimah dapat menerapkan lima panduan esensial berikut:
1.Memilih Hijab Sport Berbahan Kering (Dry-Fit): Gunakan hijab khusus olahraga dari bahan polyester sport yang ringan, elastis, dan instan tanpa peniti agar aman saat melakukan berbagai gerakan esktrem.
2.Mengenakan Atasan Longgar Proporsional: Hindari baju yang terlalu kedodoran karena berisiko tersangkut di mesin gym. Pilihlah potongan tunik olahraga yang longgar secukupnya namun tetap fleksibel mengikuti gerak tubuh.
3.Memakai Celana Olahraga Tidak Transparan: Celana model jogger atau layered pants (celana olahraga berlapis) menjadi opsi terbaik. Jika menggunakan legging, padukan dengan atasan panjang yang menutupi area pinggul.
4.Memadukan Warna Netral dan Earth Tone: Warna seperti hitam, abu-abu, navy, dan olive sangat efektif menyamarkan noda keringat sekaligus memberikan kesan sporty yang elegan.
5.Membatasi Aksesori dan Menyesuaikan Sepatu: Gunakan sepatu sesuai jenis latihan (misalnya training shoes untuk angkat beban) serta hindari perhiasan berlebih demi mencegah risiko cedera.
”Outfit yang baik bukanlah yang paling mahal atau mengikuti tren terbaru, melainkan yang membuat tubuh bebas bergerak, tetap nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas olahraga,” tulis laporan tren fesyen olahraga yang dikutip dari ChanelMuslim.
Kebangkitan Pasar Sportswear Muslimah Fungsional
Pergeseran tren di mana wanita berhijab kini meramaikan pusat kebugaran (gym) menjadi sinyal kuat bagi industri retail pakaian olahraga lokal. Muslimah tidak lagi diposisikan sebagai pasar pasif yang harus memodifikasi pakaian kasual untuk berolahraga.
Tantangan terbesar di negara tropis adalah kelembapan tinggi, yang membuat sirkulasi udara pakaian menjadi krusial. Oleh karena itu, produsen sportswear dituntut untuk tidak hanya menjual label “longgar”, tetapi juga wajib menyematkan teknologi bahan seperti anti-bakteri dan quick-dry. Keberadaan outfit yang fungsional ini secara langsung meruntuhkan stigma bahwa hijab menjadi penghalang bagi perempuan untuk aktif di ruang-ruang publik seperti gym.***













