MAKLUMAT — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang menyesalkan aksi massa yang mendatangi Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang, Senin (27/7/2026).
Aksi massa itu dipicu isu pelaporan Pengasuh Ponpes Karangdurin, K.H. Fauzan Zaini, kepada aparat penegak hukum. Pelaporan tersebut berkaitan dengan video ceramah K.H. Fauzan Zaini yang disampaikan pada 3 Juni 2026, yang dinilai mendiskreditkan Muhammadiyah.
Sikap resmi itu dituangkan dalam surat bernomor 21/PER/III.21/I/2026 yang diterbitkan Rabu (29/7). Dalam pernyataan tersebut, Muhammadiyah mengapresiasi aparat keamanan dan tokoh masyarakat yang berhasil menjaga situasi tetap kondusif.
“Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum di Kecamatan Karangpenang yang telah membantu menenangkan dan menjaga keamanan di PCM Karangpenang sehingga aksi massa tidak berujung anarkis,” tulis LHKP.
LHKP menegaskan, Muhammadiyah berdakwah dengan semangat Islam Berkemajuan. Karena itu, Muhammadiyah menolak intoleransi, radikalisme, dan segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama.
Muhammadiyah juga menyesalkan aksi yang dilakukan sekelompok pendukung salah satu tokoh agama. Menurut LHKP, tindakan tersebut lebih didorong fanatisme daripada keinginan memahami persoalan secara jernih.
Karena itu, Muhammadiyah meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. LHKP meminta polisi mengusut tuntas aksi tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, seluruh pihak yang terlibat diminta diproses sesuai ketentuan hukum.
Dorong MUI Fasilitasi Dialog
Muhammadiyah juga mengusulkan langkah penyelesaian. LHKP meminta Pemerintah Kabupaten Sampang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan instansi terkait segera memfasilitasi dialog. Dialog itu diharapkan mempertemukan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan agar persoalan tidak terus berlarut.
LHKP kemudian mengingatkan para tokoh agama agar lebih bijak saat menyampaikan ceramah. Muhammadiyah mengajak semua pihak memperkuat literasi keagamaan. Organisasi itu juga mengingatkan pentingnya menghormati perbedaan pandangan fikih di tengah masyarakat.
Warga Muhammadiyah Diimbau Tidak Terpancing
Di bagian akhir, Muhammadiyah mengajak seluruh masyarakat Sampang menjaga kebinekaan. Nilai-nilai Al-Ma’un, menurut LHKP, harus menjadi pijakan dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati.
LHKP juga meminta warga Muhammadiyah tetap tenang. Warga diimbau tidak terpancing provokasi yang dapat mengadu domba Muhammadiyah dengan organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Mari kita tetap fokus berkarya dan berdakwah dengan semangat Islam Berkemajuan untuk membangun Kabupaten Sampang yang kita cintai sesuai kemampuan yang kita miliki,” demikian pernyataan yang ditandatangani Ketua LHKP PDM Sampang Abdullah Ibnu Rasjid dan Sekretaris Agus Priyadi.***














