Program Home Care Prioritaskan Warga Rentan, Bupati Fawait Sambangi Dua Lansia

program home care

MAKLUMAT – Program Home Care yang baru diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyentuh warga kelompok rentan. Pada Selasa (28/7/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait mendatangi rumah dua lansia bersaudara di Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.

Dua lansia bersaudara itu adalah Sumirus, 76 tahun, dan Rubi’ah, 80 tahun. Kunjungan Bupati Fawait hendak memastikan bahwa mereka menjadi penerima manfaat layanan kesehatan gratis melalui tenaga medis yang langsung datang ke rumah kelompok masyarakat yang selama ini rentan dan memiliki keterbatasan mengakses layanan kesehatan.

Berdasarkan informasi pemerintah daerah, Sumirus dan Rubi’ah telah hidup bersama selama puluhan tahun. Mereka belum pernah menerima bantuan sosial.

Di hadapan kedua lansia itu, Fawait menjelaskan bahwa mereka kini menjadi penerima manfaat program Home Care. Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan perawatan dasar secara berkala.

”Kalau nanti sakit, tidak perlu datang ke puskesmas atau rumah sakit. Tenaga kesehatan yang akan datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan dasar,” kata Fawait menggunakan bahasa Madura.

Menurut Fawait, Home Care difokuskan pada lima kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Yakni, lansia tunggal yang hidup tanpa pendamping keluarga, ibu hamil berisiko tinggi, anak yang mengalami stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, serta masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis.

Baca Juga  Sekali Bayar Dua Destinasi, Wisata Lebaran di Papuma–Watu Ulo Jember Kian Ramai

”Lansia tunggal seperti yang tadi kami temui. Mereka tidak punya anak, tidak punya keluarga yang merawat. Kemudian ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit bawaan, dan masyarakat tidak mampu yang memiliki penyakit berkepanjangan. Mereka inilah yang menjadi sasaran program Home Care,” paparnya.

Setiap penerima manfaat akan dikunjungi sedikitnya satu kali setiap bulan oleh tim tenaga kesehatan dari puskesmas. Dalam kunjungan tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat jika diperlukan, sekaligus memberikan obat maupun vitamin.

Apabila pasien membutuhkan konsultasi lanjutan, layanan akan terhubung melalui telemedicine dengan dokter umum di puskesmas. Sementara kasus yang memerlukan penanganan spesialis akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis atau subspesialis di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember.

”Inilah yang kami maksud dokter keluarga bagi warga tidak mampu,” kata Fawait.

Ia menegaskan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi warga yang benar-benar kesulitan memperoleh layanan kesehatan.

”Kalau masyarakat mampu tentu bisa berobat sendiri atau memiliki dokter pribadi. Program ini diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia yang hidup sendiri dan kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Layani Warga Pascabanjir Sumbar, Dokter Posko UMM Sebut Banyak Korban Mengeluhkan Penyakit Kulit

Terkait kondisi dua lansia yang dikunjunginya, Fawait mengungkapkan bahwa salah satunya mengalami hipertensi dan akan memperoleh pengobatan rutin. Satu lansia lainnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan karena mengalami kelumpuhan pada kaki. (*)