Elektabilitas PSI Tembus Parliamentary Threshold, Pengamat Sebut Jokowi Diuntungkan Turunnya Approval Prabowo

psi

MAKLUMAT – Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhasil menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menilai capaian tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipengaruhi konsolidasi politik kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Heru, aktivitas politik Jokowi, termasuk safari politik ke sejumlah daerah, menjadi salah satu faktor yang ikut mendongkrak elektabilitas PSI.

“PSI yang berhasil menembus angka di atas ambang batas parlemen menunjukkan kerja-kerja politik yang dilakukan Jokowi, termasuk safari politik ke Lampung dan agenda berikutnya di NTT,” kata Heru dikutip, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi politik yang terukur untuk memperkuat basis dukungan PSI menjelang kontestasi politik berikutnya. Selain mengandalkan figur Jokowi, PSI juga berhasil membangun identitas politik melalui penguatan ideologi, visi-misi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Salah satu stakeholder terbesarnya adalah Jokowi,” ujarnya.

Heru juga mengaitkan kenaikan elektabilitas PSI dengan hasil survei SMRC yang menunjukkan tingkat kepuasan (approval rating) terhadap Presiden Prabowo turun hingga berada di kisaran 51 persen. Penurunan tersebut membuka ruang bagi kelompok politik yang selama ini diasosiasikan dengan Jokowi.

Baca Juga  DPP PSI: Gajah Jadi Simbol Karakter Kader yang Bijak dan Setia

“Kemerosotan approval Prabowo menjadi durian runtuh bagi Jokowi,” ucap Heru.

Ia mengungkapkan isu ijazah Jokowi yang sempat menjadi polemik kini mulai kehilangan pengaruh di ruang publik. Perkembangan proses hukum yang berlangsung justru dinilai memperkuat persepsi positif terhadap mantan Presiden tersebut.

“Pada akhirnya hukum yang memutuskan. Itu membuat citra Jokowi justru memperoleh penguatan di mata publik,” tuturnya.

Heru juga melihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ikut memberi kontribusi terhadap meningkatnya elektabilitas PSI. Persepsi masyarakat bahwa Gibran tidak memperoleh ruang politik yang cukup besar sebagai wakil presiden memunculkan simpati publik.

“Gibran memperoleh simpati publik dan hal itu memiliki hubungan dengan elektoral PSI,” tegas Heru,

Di sisi lain, keterlibatan Gibran dalam mengawal sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih dinilai ikut memperkuat citranya di tengah masyarakat.

Heru optimistis peluang PSI semakin besar apabila konsolidasi politik bersama jaringan pendukung Jokowi terus diperkuat.

“Optimisme PSI semakin kuat apabila kerja-kerja politik yang dilakukan Jokowi terus menjadi akselerasi bagi partai,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan survei SMRC, Gerindra masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi sebesar 16,9 persen, disusul PDIP 11,7 persen, Golkar 9,6 persen, Demokrat 8,1 persen, NasDem dan PKS masing-masing 4,4 persen, sedangkan PSI memperoleh 4,1 persen, atau berada di atas ambang batas parlemen. Sebanyak 25,9 persen responden dalam survei tersebut masih belum menentukan pilihan politiknya.

Baca Juga  Pamer Ketahanan Pangan Indonesia di Sidang Umum PBB, Prabowo Ajak Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

Turunnya Approval Prabowo Jadi Momentum Konsolidasi Politik PSI

Naiknya elektabilitas PSI dalam survei SMRC menunjukkan adanya pergeseran preferensi sebagian pemilih, terutama di tengah menurunnya tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo. Meski demikian, angka 25,9 persen pemilih yang belum menentukan pilihan masih menjadi ruang perebutan seluruh partai politik.

Bagi PSI, kedekatan dengan Jokowi dan citra Gibran menjadi modal politik yang berpotensi meningkatkan elektabilitas. Namun, konsistensi kerja politik di akar rumput tetap menjadi faktor penentu apakah tren positif ini dapat dipertahankan hingga Pemilu mendatang.