Survei ARCI: Warga Jatim Puas Kinerja Khofifah-Emil, Bus Trans Jatim Paling Favorit

khofifah emil-

MAKLUMAT – Warga Jawa Timur memberikan penilaian positif terhadap kinerja Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak pada periode kedua kepemimpinannya. Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) mencatat tingkat kepuasan terhadap Khofifah-Emil mencapai 79,6 persen, dengan program transportasi, pendidikan, pengelolaan sampah, hingga pemutihan pajak menjadi sejumlah program yang mendapat respons positif.

Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt, memaparkan hasil survei tersebut di Surabaya, Kamis (3/9/2026). Survei mengukur tingkat kepuasan warga terhadap sejumlah program Pemprov Jatim selama sekitar satu setengah tahun Khofifah-Emil menjalankan periode kedua kepemimpinannya.

ARCI melakukan survei pada 18-28 Agustus 2026 di 38 kabupaten/kota Jawa Timur. Survei melibatkan 1.200 responden dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. ARCI menggunakan metode stratified random sampling dan menyatakan survei tersebut dibiayai secara mandiri

“Sejumlah program seperti beasiswa pendidikan SMA/SMK swasta, Bus Trans Jatim, pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga pengelolaan sampah mulai dirasakan warga,” kata Baihaki.

Trans Jatim Jadi Program Paling Favorit

Dari sejumlah program yang disurvei, Bus Trans Jatim mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni 82,5 persen.

Baihaki mengatakan warga berharap pemerintah terus memperluas jangkauan transportasi publik tersebut. Saat ini, Bus Trans Jatim telah memiliki delapan koridor.

Baca Juga  Golkar Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

“Harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Baihaki, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum semakin besar. Karena itu, perluasan koridor menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemprov Jatim agar layanan transportasi publik dapat menjangkau lebih banyak warga.

Program pengelolaan sampah juga mendapat respons tinggi. Sebanyak 81,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota dalam menangani persoalan sampah.

Sementara itu, program Perisai Anak dan KIP Jawara memperoleh tingkat kepuasan 78,1 persen. Warga berharap program tersebut berjalan konsisten dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Untuk sektor pendidikan, program beasiswa SMA/SMK swasta bagi warga tidak mampu memperoleh kepuasan 76,8 persen.

Namun, warga masih meminta Pemprov Jatim memperkuat pengawasan terhadap praktik pungutan liar di sekolah SMA/SMK negeri.

Pemutihan Pajak Disukai, Layanan Samsat Perlu Dibenahi

Program pemutihan pajak kendaraan bermotor juga mendapat penilaian positif. Tingkat kepuasan warga mencapai 77,7 persen.

Meski demikian, survei menemukan sejumlah catatan. Warga menyoroti ketentuan penghapusan denda yang dinilai belum sepenuhnya dipahami masyarakat.

Wajib pajak yang terlambat membayar satu atau dua bulan masih dapat dikenai denda, sementara penghapusan denda berlaku untuk keterlambatan tertentu. Selain itu, layanan Samsat Corner perlu ditingkatkan.

Baca Juga  Gubernur Khofifah: Jatim Siap Jalankan Program Prioritas Presiden Prabowo

“Program ketahanan pangan dan Bansos Plus juga mendapat tingkat kepuasan 79,6 persen,” kata Baihaki.

Jalan Provinsi Jadi Pekerjaan Rumah

Di tengah tingginya kepuasan terhadap sejumlah program, perbaikan jalan provinsi menjadi catatan paling menonjol dalam survei ARCI.

Tingkat kepuasan warga terhadap program perbaikan jalan provinsi oleh Bina Marga Jatim hanya mencapai 48,4 persen. Sebaliknya, 51,6 persen responden menyatakan tidak puas.

Baihaki mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah penting bagi Pemprov Jatim.

“Mayoritas responden ingin Pemprov Jatim fokus untuk memperbaiki jalan provinsi di daerah-daerah,” ujarnya.

Program Populer Harus Diikuti Pembenahan Infrastruktur

Angka kepuasan 79,6 persen menunjukkan mayoritas warga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Khofifah-Emil. Program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari, seperti transportasi publik, pendidikan, pajak kendaraan, dan pengelolaan sampah, mendapat respons relatif tinggi.

Namun, tingginya kepuasan tersebut tidak berarti seluruh persoalan telah selesai. Perbaikan jalan provinsi menjadi titik lemah yang harus segera mendapat perhatian.

Transportasi publik yang semakin diperluas juga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai. Artinya, Pemprov Jatim perlu menjaga program yang sudah mendapat apresiasi publik sekaligus mempercepat penyelesaian sektor yang masih mendapat penilaian rendah.

Baca Juga  Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Perisai Anak, Gerakan Lindungi Anak di Ruang Digital

Survei ini juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari program besar, tetapi dari manfaat yang mereka rasakan secara langsung.

Karena itu, tantangan Khofifah-Emil berikutnya adalah menjaga konsistensi program unggulan sekaligus menjawab keluhan warga, terutama terkait infrastruktur jalan dan kualitas pelayanan publik.