Suahasil Jadi Menkeu, Ekonom Desak Evaluasi MBG dan KDMP

MAKLUMAT– Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai belum tentu langsung memperbaiki kondisi fiskal Indonesia. Ekonom Ferry Latuhihin justru mendesak Suahasil berani mengevaluasi, bahkan menghentikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilainya membebani ruang fiskal.

Ferry menilai persoalan fiskal Indonesia tidak semata-mata bergantung pada siapa yang menduduki kursi Menteri Keuangan. Menurut dia, pemerintah membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan terhadap program yang berpotensi menekan keuangan negara.

“Jangan berharap banyak dari Suahasil,” ujar Ferry dikutip, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ferry, kemampuan Suahasil Nazara untuk memperbaiki kondisi fiskal masih perlu diuji. Suahasil harus berani mengambil langkah tegas apabila program pemerintah terbukti memberikan tekanan terhadap ruang fiskal.

Salah satu program yang menjadi sorotan Ferry adalah MBG. Program tersebut menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain MBG, Ferry juga meminta pemerintah mengevaluasi KDMP. Ia bahkan mendorong agar kedua program tersebut dihentikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi keuangan negara.

“Dia harus punya nyali menghentikan MBG dan KDMP,” tegasnya.

Ferry menilai pergantian Menteri Keuangan tidak akan banyak memberikan dampak apabila kebijakan yang berpotensi membebani fiskal tetap berjalan tanpa evaluasi.

Baca Juga  Sudaryono Jadi Kepala BGN, Harta Rp69,3 Miliar dan Utang Rp60,4 Miliar Jadi Sorotan

Suahasil juga berpotensi melanjutkan berbagai program yang sudah berjalan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terlalu berharap bahwa pergantian menteri secara otomatis akan mengubah arah kebijakan fiskal.

“Gak ngaruh kalau Suahasil nggak berani menghentikan MBG dan KDMP. Hapus MBG dan KDMP dulu kalau berani,” cetus Ferry.

Ia bahkan secara terbuka mendorong pemerintah menghapus kedua program tersebut.

Pergantian Menteri Bukan Solusi Tunggal

Pergantian Menteri Keuangan memang dapat membuka peluang untuk melakukan penyesuaian kebijakan. Namun, perubahan sosok di pucuk Kementerian Keuangan tidak otomatis menyelesaikan persoalan fiskal jika pemerintah tetap mempertahankan program-program dengan kebutuhan anggaran besar.

Sorotan Ferry memperlihatkan bahwa tantangan Suahasil bukan sekadar menjaga penerimaan dan belanja negara. Ia juga harus mampu menilai kembali efektivitas program prioritas pemerintah, termasuk MBG dan KDMP.

Di sisi lain, evaluasi terhadap program pemerintah idealnya tidak hanya melihat besarnya anggaran. Pemerintah perlu mengukur manfaat, ketepatan sasaran, tata kelola, serta dampaknya terhadap keberlanjutan fiskal.

Dengan demikian, tantangan Suahasil sebagai Menteri Keuangan bukan hanya melanjutkan kebijakan yang sudah ada, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan manfaat yang sepadan.

Baca Juga  Di Depan Pebisnis AS, Prabowo Sebut MBG Bukan Pemborosan, tapi Investasi Terbaik