MAKLUMAT — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Rayon 3 mengajak anak-anak Kampung Sukolilo Baru belajar tentang pencegahan kebakaran. Kegiatan itu berlangsung di kantor DPKP Rayon 3, Rungkut Industri, Surabaya, Ahad (20/9/2026).
Sebanyak 20 anak mengikuti kunjungan edukatif tersebut. Mereka berkumpul lebih dulu di TBM Avicenna untuk mengikuti absensi dan menerima bingkisan. Setelah itu, anak-anak bersama panitia sebagai pendamping diarahkan menuju kendaraan untuk berangkat bersama ke kantor DPKP Rayon 3.
Setiba di lokasi, petugas membariskan anak-anak untuk mengikuti penyuluhan tentang cara menghadapi kebakaran. Mereka dikenalkan pada berbagai peralatan pemadam dan mendapat kesempatan mencoba seragam pemadam kebakaran.
Anak-anak kemudian diajak berkeliling menggunakan mobil damkar. Rangkaian kegiatan ditutup dengan bermain air yang membuat peserta antusias mengikuti kegiatan sampai akhir.
“Belajar banyak. Paling suka pas main air, tapi kurang lama,” ujar Keke, salah satu peserta.
Selain mengenalkan profesi pemadam kebakaran, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran tentang pencegahan kebakaran sejak dini. Edukasi ini dinilai penting karena kebakaran menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga Surabaya, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Salah seorang komandan peleton (danton) DPKP Rayon 3, Wahyudi, mengingatkan warga agar memperhatikan potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia juga meminta warga tidak membakar sampah sembarangan karena kondisi cuaca yang masih kering.
“Semoga warga Surabaya selalu dilindungi Tuhan. Kami berpesan pada warga Surabaya untuk selalu mematuhi tata tertib dan tidak membakar sampah sembarangan, karena masih musim kemarau dan banyak kebakaran,” katanya.
Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian AKSARA (Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya) 2026. Program tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR.
Melalui kegiatan ini, anak-anak Kampung Sukolilo Baru diharapkan tidak hanya mengenal profesi pemadam kebakaran, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mereka bagikan kembali kepada keluarga dan warga di sekitar tempat tinggal.
*) Penulis: Keysha Faadilah Arifah Azzah











