Perjalanan Armada Truk Bantuan Lazismu Jatim ke Flores Lancar dan Aman, Distribusi Dijadwalkan 24 September

Armada truk bantuan Lazismu Jatim yang menuju Flores, NTT. (Foto: Lazismu Jatim)

MAKLUMAT — Pengiriman empat armada truk bermuatan bantuan logistik untuk penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh Lazismu Jawa Timur berjalan aman dan lancar.

Keempat truk yang diberangkatkan pada 16 September 2026 tersebut menempuh perjalanan melalui jalur darat dan penyeberangan laut dengan kapal feri ASDP, melewati sejumlah wilayah antarpulau menuju kawasan terdampak gempa.

Untuk memastikan bantuan tiba di lokasi tujuan dan dapat diterima penyintas, dua Amil Lazismu Jatim turut menuju Labuan Bajo, Flores, yakni Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur bidang pendistribusian dan pendayagunaan Achmad Saifu, serta penanggung jawab logistik Tim Relawan Muhammadiyah Jatim Aditio Yudono.

Perjalanan Armada Lancar dan Aman

Achmad Saifu mengatakan, perjalanan keempat armada hingga Selasa (22/9/2026) berlangsung tanpa kendala berarti.

“Saat ini, Selasa sore (22/9/2026), satu armada truk jenis colt diesel sudah menyeberang dari pelabuhan Sape, Sumbawa, NTB menuju ke Labuhan Bajo, Flores NTT. Sebentar lagi akan mendarat di pelabuhan Labuhan Bajo. Sedangkan 3 armada truk Fuso yang bermuatan berat sedang menempuh perjalanan darat di pulau Sumbawa. Diperkirakan ketiga truk Fuso mendarat di Labuhan Bajo, Flores, hari Rabu malam (23/9/2026),” ujarnya, ketika transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa siang (22/9/2026).

Baca Juga  Terus Berikan Layanan Kesehatan, EMT Muhammadiyah Tangani 2.222 Penyintas Gempa NTT

Achmad Saifu menjelaskan, bantuan yang dibawa empat truk tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan bagi penyintas. Di antaranya ribuan terpal, ribuan dos air minum dalam kemasan, serta ratusan dos mie instan dari PT Hesheng Plastic Industrial.

Selain itu, armada juga membawa aneka sembako, family kit, obat-obatan ringan, pampers, tangki toren, kasur, perlengkapan ibadah, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

“Keempat truk yang berangkat pada tanggal 16 September 2026 tersebut membawa muatan barang bantuan antara lain ribuan terpal, ribuan dos air minum dalam kemasan dan ratusan dos mie instan dari PT Hesheng Plastic Industrial. Selain itu ada juga aneka sembako (bahan makanan), family kit, obat obatan ringan, Pampers, tanki toren, kasur, perlengkapan ibadah dan lain sebaginya,” terangnya.

“Tak ketinggalan dibawa serta ribuan kaleng RendangMu yang merupakan produk kurban kemasan Lazismu Jawa Timur. Termasuk ratusan boneka untuk anak-anak penyintas dari mahasiswa baru Umsura,” sambung Achmad Saifu.

Distribusi Ditarget Mulai 24 September

Sementara itu, Aditio Yudono menjelaskan bahwa bantuan tersebut dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan, perseorangan, komunitas, lembaga pendidikan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Lazismu Pusat, hingga 38 kantor Lazismu daerah di Jawa Timur dan sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah.

Baca Juga  PCPM Lowokwaru Padukan Mini Soccer sambil Berbagi, Galang Donasi untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Insya Allah hari Kamis (24/9/2026) kami sudah menjadwalkan pendistribusian hingga ke tangan Penyintas,” kata dia.

Aditio menyebut nilai bantuan pada pengiriman ketiga tersebut mencapai Rp1 miliar. Sementara total penghimpunan donasi untuk penanganan gempa bumi NTT dari wilayah Jawa Timur disebut telah mencapai Rp5 miliar.

“Nilai bantuan pada pengiriman ketiga ini mencapai Rp1 miliar. Sedangkan total penghimpunan donasi gempa bumi NTT se Jawa Timur mencapai Rp5 miliar. Terima kasih kami ucapkan, semoga Allah membalas amal kebaikan para donatur dan dermawan,” ucapnya.

Menurut Aditio, penanganan di wilayah terdampak masih berada dalam masa respons tanggap darurat. Guncangan gempa dengan skala ringan masih dirasakan warga di sejumlah lokasi.

“Saat ini masih dalam masa respon tanggap darurat kebencanaan NTT. Di area terdampak masih dirasakan goncangan gempa walau dalam skala ringan. Warga masih merasakan penderitaan akibat gempa bumi dan membutuhkan penguatan. Untuk itu para relawan Para relawan hadir membersamai Penyintas,” paparnya.

Pergantian Tim Relawan

Sementara itu, relawan Muhammadiyah Jawa Timur yang bertugas di wilayah terdampak telah menjalani pergantian tim. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim, kata dia, masih menyiapkan dukungan relawan untuk tahapan penanganan berikutnya.

Baca Juga  Lazismu Jatim Targetkan Penghimpunan Zakat Capai Rp70 Miliar di Ramadan 1447 Hijriah

“Para relawan Muhammadiyah Jawa Timur yang bertugas di sana saat ini sudah dilakukan rolling dengan tim yang kedua. Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC Jatim selaku lembaga penyuplai relawan masih ‘mempunyai napas’ sangat panjang hingga ke masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelasnya.

“Persyarikatan Muhammadiyah memang dikenal dalam penanganan kebencanaan yang berkelanjutan, di mana bantuan dan relawan tidak hanya datang sepekan lalu pulang. Dibutuhkan waktu paling tidak 3 hingga 4 bulan bagi Muhammadiyah untuk berkiprah dalam urusan membantu pemerintah dalam menangani bencana,” pungkas Aditio.***

*) Tim Media Lazismu Jatim