Khofifah Masuk Raudhah, Kenang Tiang Aisyah dan Ajak Teladani Sayyidah Aisyah

Khofifah masuk raudhah

MAKLUMAT — Raut wajah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tampak berbinar usai beribadah di Raudhah Asy-Syarifah, Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (23/9/2026). Khofifah bersyukur mendapat kesempatan cukup waktu untuk beribadah di Raudhah. Menurutnya, Raudhah merupakan salah satu tempat yang sangat ingin dkunjungi  amaah haji, jamaah umrah, maupun jamaah Masjid Nabawi. “Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan cukup waktu di Raudhah. Raudhah adalah tempat mustajab dan paling diminati oleh seluruh jamaah haji, jamaah umrah, dan jamaah Masjid Nabawi,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah untuk diketahui menjalani ibadah umrah di Tanah Suci sejak 21 September 2026 lalu. Salah satu bagian bersejarah di kawasan Raudhah yang menarik perhatian Khofifah adalah Tiang Aisyah atau Ustuwanah Aisyah. Keberadaan tiang tersebut mengingatkannya pada sosok Sayyidah Aisyah RA yang memiliki peran penting dalam sejarah keilmuan Islam, terutama dalam meriwayatkan hadis dan menyampaikan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada umat.

“Di tempat mulia ini kita diingatkan kembali bagaimana Rasulullah begitu memuliakan dan mencintai Sayyidah Aisyah RA. Beliau adalah sosok perempuan yang luar biasa penguasaan keilmuannya, yang kemudian menjadi salah satu sumber ilmu bagi umat Islam,” ujar Khofifah.

Baca Juga  Jadwal Salat Jatim, Jumat 25 Oktober

Khofifah kemudian menyampaikan ungkapan yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW tentang kedudukan keilmuan Sayyidah Aisyah RA. Ia menyebut, “Khudz min nisfi dinikum min hadzihil humaira,” yang dimaknainya sebagai ajakan mengambil sebagian ilmu agama dari Sayyidah Aisyah RA.

Bagi Khofifah, keberadaan Tiang Aisyah juga mengingatkannya pada pengalaman dua tahun lalu. Saat itu, seorang syarifah menunjukkan Tiang Aisyah kepadanya, kemudian memberikan tempat salatnya kepada Khofifah dan mengajaknya mendoakan orang tua agar mendapatkan surga tanpa hisab.

Tiang Aisyah merupakan salah satu pilar bersejarah di kawasan Raudhah. Pilar tersebut juga dikenal sebagai Tiang Al-Qur’ah atau Tiang Pengundian. Penamaan itu berkaitan dengan riwayat yang dinisbatkan kepada Sayyidah Aisyah RA mengenai tempat salat yang memiliki keutamaan di Masjid Nabawi.

Kisah tersebut, menurut Khofifah, menjadi pengingat tentang besarnya peran Sayyidah Aisyah RA dalam menjaga, meriwayatkan, dan menyampaikan ilmu keislaman. Sayyidah Aisyah RA dikenal sebagai salah satu perawi hadis yang memiliki kontribusi besar dalam transmisi pengetahuan tentang kehidupan Rasulullah SAW.

“Di sini kita juga belajar kembali meneladani Sayyidah Aisyah RA sebagai uswatun hasanah. Sungguh begitu tingginya Rasulullah memuliakan Sayyidah Aisyah RA,” ungkapnya.

Baca Juga  PWM Jawa Timur Tegaskan Kesiapan Berkolaborasi Dukung Program Pemprov

Khofifah juga menilai kehidupan Rasulullah SAW bersama Sayyidah Aisyah RA memberikan pelajaran tentang pentingnya kasih sayang, penghormatan, dan kelembutan dalam keluarga. Karena itu, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kisah sejarah, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kesempatan berada di Raudhah menjadi momentum bagi jamaah untuk memperbanyak ibadah sekaligus membawa pulang nilai-nilai keteladanan dari tempat yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam tersebut.

“Saat mendapatkan kesempatan masuk dan berada di tempat yang mulia ini, sebaiknya kita isi dengan ibadah salat sunah, berdzikir, berdoa, dan jika dimungkinkan membaca Al-Qur’an, mengingat kesempatan bagi jamaah di Raudhah tidak bisa lama,” pesannya.

Khofifah juga mengajak umat Islam meneladani cara Rasulullah SAW memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang. “Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang, penghormatan, dan kelembutan,” pungkasnya.***