Tekankankan Kedisiplinan Organisasi, Faozan Amar: Jangan Pernah Ragu Bermuhammadiyah!

Faozan Amar saatenyampaikan paparannya di Baitul Arqam PDM Bekasi. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bekasi melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar Perkaderan Baitul Arqam, yang dilaksanakan di UPTD Balai Pelatihan Kerja, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (31/10/2026).

Hadir sebagai narasumber kegiatan bertajuk “Meneguhkan Ideologi, Menguatkan Basis Kader, dan Menggerakkan Islam Berkemajuan” tersebut adalah Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, yang dalam kesempatan itu menyampaikan materi “Hierarki dan Tata Aturan Muhammadiyah”.

Acara dihadiri Wakil Ketua PDM, Edi Setiawan beserta jajaran panitia, dan dipandu oleh moderator Abdul Latif, Dosen FKIP UHAMKA.

Dalam paparannya, Faozan menekankan pentingnya ketaatan struktural dan kedisiplinan konstitusi sebagai fondasi utama gerakan Islam berkemajuan.

Ia menegaskan, kepemimpinan di Muhammadiyah bukan didasarkan atas otoritas figur semata, melainkan sistem hukum yang rasional (legal-rational authority) sesuai warisan pemikiran KH Ahmad Dahlan.

Konsep kepemimpinan ini, kata dia, selaras dengan ajaran Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 59 mengenai ketaatan kepada ulil amri serta surah Ash-Saff ayat 4 tentang keteraturan barisan (shaffan wahidan).
“Muhammadiyah bertahan dan terus membesar lebih dari satu abad karena kita memiliki sistem yang kokoh. Seluruh kader, dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Ranting, harus tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) yang berlaku. Tidak boleh ada kebijakan perorangan yang menabrak hierarki persyarikatan,” ujar sosok Associate Professor FEB UHAMKA itu.

Baca Juga  Penguatan Layanan Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Dalam kesempatan itu, Faozan juga menyuntikkan semangat kebangsaan kepada seluruh peserta agar mantap berkhidmah di Persyarikatan. Ia menyerukan agar para kader tidak pernah ragu dalam bermuhammadiyah.

“Sebagai kader, jangan pernah ragu dalam bermuhammadiyah. KH Ahmad Dahlan telah menanamkan akar dakwah yang kuat, dan kita ingat Presiden Soekarno yang mengatakan dengan lantang: Sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah! Spirit inilah yang harus terus membakar dada setiap kader,” serunya.
Faozan juga mengingatkan peserta mengenai penataan aset persyarikatan sesuai Peraturan Organisasi (PO) PP Muhammadiyah Nomor 02/PED/I.0/B/2024. Ia menginstruksikan agar seluruh aset tanah, bangunan, dan rekening Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)—mulai dari sektor pendidikan, kesehatan seperti RS PKU, hingga lembaga keuangan mikro syariah seperti BMT—didaftarkan serta disertifikasi secara sah atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Akuntabilitas dan transparansi adalah kehormatan Persyarikatan. Audit keuangan bersertifikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta penataan legalitas aset atas nama PP Muhammadiyah merupakan wujud nyata integritas kader dalam mengelola amanah publik,” tandasnya.

Menutup paparannya, Faozan membacakan pantun yang memotivasi para kader untuk bermuhammadiyah dengan tekad kuat, sekaligus bermuhammadiyah secara menggembirakan.

“Menimbun Batu Karang di Sukatani,
Ditemani Ayah membeli pohon cemara;
Dari Tambun hingga Cikarang kader berani,
Bermuhammadiyah dengan gembira!”
MPKSDI PDM Kabupaten Bekasi berharap, melalui Baitul Arqam tersebut para kader yaang menjadi peserta mampu menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan Muhammadiyah yang inklusif, akuntabel, serta menggembirakan di seluruh penjuru Kabupaten Bekasi.***

Baca Juga  Ketua Dikdasmen PWM Jatim: Marketplace Guru Memperuncing Masalah