MAKLUMAT — Kebiasaan menyikat gigi yang benar masih menjadi hal sederhana yang sering luput dari perhatian anak-anak. Padahal, kebiasaan tersebut berperan penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.
Karena itu, edukasi yang disertai praktik langsung dinilai menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak di bangku sekolah. Harapan agar upaya tersebut terus berlanjut disampaikan Kepala SDN UPT 239 Gresik, Robi’atul Adawiyah, beberapa hari setelah kegiatan edukasi dan praktik menyikat gigi digelar di sekolahnya.
Ia menilai kegiatan semacam ini tidak hanya memberi pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan menjaga kesehatan gigi benar-benar terbentuk.
“Tentunya saya berharap keberlanjutan dari kegiatan ini, terutama oleh tim Pengmas FKG Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Kegiatan ini juga saya kira menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat,” ujarnya pada Ahad (19/7/2026).
Edukasi dan praktik menyikat gigi itu sebelumnya digelar di SDN UPT 239 Gresik pada Selasa (14/7/2026). Sebanyak 107 siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan yang merupakan kolaborasi mahasiswa KKN UMSURA dengan Tim Pengmas Fakultas Kedokteran Gigi UMSURA.
Robi’atul menilai edukasi kesehatan gigi tidak cukup dilakukan sekali. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan akan membantu siswa membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak usia sekolah. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat melalui program pengabdian.
Selama kegiatan, siswa tidak hanya mendapat penjelasan mengenai kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga mempraktikkan langsung cara menyikat gigi yang benar. Tim FKG UMSURA menjelaskan fungsi gigi tidak hanya untuk mengunyah makanan, tetapi juga membantu proses berbicara dan mendukung tumbuh kembang anak.
Siswa juga dikenalkan dengan berbagai masalah kesehatan gigi yang sering dialami anak usia sekolah, seperti gigi berlubang, penumpukan plak, radang gusi, hingga bau mulut. Pemateri mengingatkan bahwa gangguan tersebut dapat dicegah dengan membiasakan menjaga kebersihan gigi setiap hari.
“Karena edukasi terkait kesehatan gigi dan mulut sudah disampaikan, saya kira penting untuk menjaga minimal oral hygiene-nya terlebih dahulu. Karena jika oral hygiene-nya terjaga, maka karies pasti akan menurun,” jelas anggota Tim Pengmas FKG UMSURA, drg Adi Cahyo Purnomo.
Selain mengajak siswa memahami penyebab kerusakan gigi, tim FKG juga mengenalkan langkah-langkah sederhana untuk merawat kesehatan gigi. Anak-anak dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari, mengurangi makanan dan minuman manis, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta memeriksakan kesehatan gigi secara berkala setiap enam bulan.
Usai penyampaian materi, tim FKG memperagakan teknik menyikat gigi menggunakan model gigi berukuran besar. Seluruh siswa kemudian mempraktikkannya bersama-sama menggunakan sikat dan pasta gigi yang telah disiapkan. Mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok, sementara tim FKG memberikan koreksi apabila masih ditemukan teknik yang kurang tepat.
Sementara itu, Ketua Kelompok 30 KKN UMSURA, Rizam Arzaqi Robby mengaku bersyukur melihat antusiasme siswa selama mengikuti rangkaian edukasi dan praktik menyikat gigi. Menurutnya, semangat siswa menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dipadukan dengan praktik langsung lebih mudah diterima.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas antusiasme anak-anak terhadap kegiatan ini. Kami berharap keberlanjutan dari tim Pengmas FKG UMSURA terkait pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di SDN UPT 239 Gresik. Semoga ilmu yang sudah diperoleh anak-anak juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka semakin terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut,” katanya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












