Hasanuddin Wahid Minta DPC PKB Seluruh Indonesia Belajar dari PKB Sidoarjo Bagaimana ‘Menghijaukan’ Daerah

Suasana Muscab PKB Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo pada Sabtu malam (4/4/2026). (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, M Hasanuddin Wahid, menegaskan pentingnya soliditas dan arah kepemimpinan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Fave Hotel Sidoarjo, Sabtu malam (04/04/2026).

Hadir mewakili Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Hasanuddin menyebut dinamika politik di tubuh PKB Sidoarjo kerap mengalami “turbulensi”. Meski demikian, ia menilai bahwa militansi kader tetap terjaga.

Ia juga mendorong kader-kader PKB Sidoarjo untuk berupaya dan bekerja keras menambah jumlah kursi di DPRD setempat pada kontestasi legislatif ke depan.

“Politik PKB Sidoarjo harus tetap riang gembira dan banyak senyum. Meski peraturan seperti Perpres 33 belum dihapus. Kita tunjukkan PKB Sidoarjo tetap kompak dan solid,” ujarnya.

“Kalau sekarang kita punya 15 kursi, besok harus dilipatgandakan menjadi 30 kursi,” sambung Hasanuddin disambut tepuk tangan para peserta Muscab.

Lebih lanjut, Hasanuddin juga menyebut bahwa pihaknya di DPP PKB memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan PKB Sidoarjo, termasuk diproyeksikan untuk bisa menjadi laboratorium politik bagi PKB secara nasional.

“DPC PKB lain di seluruh Indonesia harus belajar ke Sidoarjo tentang cara menang dan ‘menghijaukan’ daerah. Tapi syaratnya, pemimpin yang terpilih nanti harus memiliki empat kriteria utama sesuai pesan utama Ketum PKB Muhaimin Iskandar,” ungkapnya.

Baca Juga  Muhadjir Effendy Bacawapres, PAN Rangkul Kembali Basis Konstituen

Empat Kriteria Utama Kepemimpinan

Hasanuddin kemudian merinci empat kriteria utama tersebut, yang disebutnya harus menjadi pedoman kepemimpinan di PKB Sidoarjo. Pertama adalah politik kehadiran, yakni kader dan anggota dewan dari PKB harus selalu hadir dan dapat dirasakan kehadirannya di tengah masalah rakyat. “Jangan sampai sulit dicari karena sibuk Kunjungan Kerja (Kunker),” selorohnya.

Kedua, harus ada politik pelayanan. Ia menegaskan bahwa pemimpin adalah pelayan rakyat dan kemenangan dalam kontestasi juga sangat ditentukan serta dapat diraih berdasarkan sejauh mana partai melayani konstituennya.

Ketiga adalah politik keteladan, yakni harus mampu menjadi figur yang dicontoh. “Jika ada calon pemimpin yang bisa memberikan keteladanan baik DPC, PAC dan DPW juga memberikan keteladanan, maka DPP pasti akan memberikan dukungan penuh,” sebutnya.

“Terakhir (keempat) dengan politik kepemimpinan. Artinya, pemimpin harus memiliki haluan yang jelas untuk kemaslahatan umat dan negara, bukan sekadar menjabat tanpa arah. Apalagi, saat ini para kader harus peka terhadap situasi geopolitik dunia, seperti konflik Iran melawan Amerika dan Israel yang berdampak pada ekonomi. Kami meminta kader PKB Sidoarjo membantu pemerintah menjaga kondisi rakyat yang sedang tidak baik-baik saja,” imbuh Hasanuddin..

Baca Juga  Mahfud MD Cawapres Favorit di Jatim, Muhadjir Effendy Juga Masuk

Dalam kesempatan itu, Hasanuddin juga mengingatkan pentingnya kehadiran nyata kader di tengah masyarakat sebagai bagian dari kerja politik yang berkelanjutan.

“Misalnya Cak Nasih (Abdillah Nasih) dan Rizza harus hadir di tengah masyarakat. Lakukan kerja nyata dan jangan lupakan sapaan hangat kepada warga. Lek iso (kalau bisa) setiap ketemu warga saat mlaku disopo disek (saat di jalan disapa lebih dahulu),” serunya..

Di sisi lain, Ketua Harian DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq, yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskanda,r berharap supaya pelaksanaan Muscab PKB Sidoarjo dapat berjalan lancar, damai, tenang, dan kondusif.

“Semua harus dilaksanakan dengan musyawarah mufakat. Karena sekarang saat ini, PKB bukan lagi bercerita PKB dilahirkan dari Nahdlatul Ulama (NU) saja. Tetapi sekarang harusnya apa yang bisa diberikan PKB untuk NU,” tandas mantan Bupati Lumajang itu..

Muscab PKB Sidoarjo ini diikuti sekitar 200 peserta dari unsur DPC, Badan Otonom (Banom), serta utusan PAC. Forum tersebut menjadi ajang strategis untuk merumuskan arah kebijakan partai sekaligus menentukan nahkoda baru yang akan memimpin partai politik berlogo bola dunia itu ke depan.

Baca Juga  Purba Yudhi Sadewa Jadi Menkeu, PKB Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Selain Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid dan Ketua Harian DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq, tampak hadir pula dalam forum tersebut di antaranya Ketua TP PKK Sidoarjo Sriatun Subandi, Anggota DPRD Sidoarjo Fraksi PKB Abdillah Nasih, H Usman M Kes dan Rizza Ali Faizin, serta sejumlah tokoh lainnya.