HIMKI Gelar Munas Ke-4 di Bali, Tentukan Arah Baru Hadapi Perubahan Industri Global

HIMKI

MAKLUMAT — Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di The Trans Resort Bali, Denpasar, 14 hingga 16 September 2026.

Forum tiga tahunan ini menjadi momentum HIMKI mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah strategis menghadapi perubahan industri global.

Munas ke-4 HIMKI mengusung tema “Transformasi Bersama Menuju Indonesia sebagai Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia.”

Ketua Steering Committee (SC) Munas ke-4 HIMKI, A. Kuswidiarso, mengatakan Munas bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Munas ini merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan organisasi, mengevaluasi capaian dan tantangan yang telah kita lalui, sekaligus menentukan arah strategis HIMKI untuk tiga tahun ke depan,” ujar Kuswidiarso.

Perubahan lingkungan usaha menuntut HIMKI menyesuaikan arah organisasi dengan tantangan industri yang semakin kompleks.

Tantangan tersebut meliputi dinamika geopolitik, perubahan rantai pasok global, tuntutan keberlanjutan, perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan yang semakin tajam.

“Munas adalah ruang tertinggi untuk menyusun garis-garis besar program kerja sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan menjadi pijakan organisasi dalam mendorong kemajuan industri mebel dan kerajinan nasional,” katanya.

Regenerasi dan Arah Baru HIMKI

Baca Juga  Menperin M Sarmuji Dorong Perlindungan Khusus Industri Mebel dan Rotan Nasional

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur mengatakan Munas ke-4 juga menjadi momentum regenerasi. Regenerasi harus tetap menjaga kesinambungan visi dan perjuangan organisasi.

“Munas bukan sekadar pergantian kepengurusan. Munas adalah ruang untuk memastikan HIMKI semakin kuat, profesional, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan nyata para pelaku industri. Regenerasi harus berjalan dengan baik, tetapi kesinambungan visi, program, dan perjuangan industri juga harus tetap terjaga,” ujar Abdul Sobur.

Menurut Abdul Sobur, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri mebel dan kerajinan dunia. Kekuatan tersebut meliputi kekayaan bahan baku, keterampilan perajin, keragaman budaya, kemampuan desain, dan basis produksi di berbagai daerah.

Namun, kekuatan tersebut perlu diikuti peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, penguatan desain, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar.

“Indonesia tidak cukup hanya dikenal sebagai pemasok bahan baku atau produk berbiaya murah. Kita harus naik kelas menjadi bangsa pencipta produk bernilai tambah tinggi, berkarakter Indonesia, berkelanjutan, dan diperhitungkan di pasar dunia,” katanya.

Bahas Program Kerja

Munas ke-4 HIMKI membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2023-2026, tata kelola dan kelembagaan, program kerja periode berikutnya, serta regenerasi kepemimpinan.

Baca Juga  HIMKI-BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU di TEI 2026, Perkuat Perlindungan Pekerja Industri Mebel

Ketua Organizing Committee (OC) Munas ke-4 HIMKI, Hani Duarsa, mengatakan panitia telah menyiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan, termasuk venue, akomodasi, registrasi peserta, dan persidangan.

“Kami merasa terhormat dipilih sebagai tempat pelaksanaan Munas. Kami berharap Munas ke-4 menghasilkan program kerja nyata dan terbaik untuk HIMKI,” ujar Hani.

Menurut Hani, Bali dipilih karena memiliki fasilitas pertemuan, akomodasi, dan infrastruktur pariwisata yang mendukung kegiatan berskala nasional maupun internasional.