MAKLUMAT — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026. Pemerintah menegaskan TKA tidak menjadi penentu kelulusan murid, melainkan instrumen pemetaan mutu pembelajaran nasional.
Penetapan jadwal tersebut disampaikan Kemendikdasmen melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Kepala BSKAP, Toni Toharudin menekankan bahwa fungsi utama TKA adalah memotret kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar.
“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif. Hasilnya dimanfaatkan untuk memperbaiki proses pembelajaran,” ujar Toni dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/1).
Menurutnya, data hasil TKA akan menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta satuan pendidikan dalam merancang kebijakan peningkatan mutu pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“TKA membantu kami memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan begitu, intervensi pendidikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan murid dan sekolah,” tambahnya.
Kemendikdasmen menetapkan rangkaian jadwal pelaksanaan TKA 2026 sebagai berikut:
-
Pendaftaran peserta: 19 Januari – 28 Februari 2026
-
Gladi bersih: 9 – 17 Maret 2026
-
Pelaksanaan TKA jenjang SMP: 6 – 16 April 2026
-
Pelaksanaan TKA jenjang SD: 20 – 30 April 2026
-
Pelaksanaan susulan: 11 – 17 Mei 2026
-
Pengolahan hasil: 18 – 23 Mei 2026
-
Pengumuman hasil nasional: 24 Mei 2026
Untuk mendukung kesiapan peserta didik, Kemendikdasmen mendorong pemanfaatan platform pembelajaran digital yang telah disediakan pemerintah. Murid dapat berlatih soal melalui laman Ayo Coba TKA serta fitur Ruang Murid di platform Rumah Pendidikan.
Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa pelaksanaan TKA mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.***














